fraksipan.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), memberikan catatan kritis kepada manajemen Perum Perumnas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Gedung DPR RI. Eko mendesak perusahaan pelat merah tersebut untuk segera merombak strategi bisnisnya, terutama dalam menetapkan fokus pasar yang jelas serta memaksimalkan sinergi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbarra) agar tidak kalah saing dengan sektor swasta.

Dalam interupsinya, Eko menyoroti paparan target Perumnas yang dinilai masih terlalu konseptual dan belum merinci kontribusi riil terhadap program nasional, khususnya pemenuhan target pembangunan rumah rakyat.

"Pola-pola yang harus dilihat adalah pertama, fokus. Perum Perumnas ini mau dibawa ke mana? Targetnya mau dibawa ke mana? Apakah masyarakat bawah, middle up, atau middle? Pendapatannya yang berapa, ini harus jelas," tegas Eko di hadapan jajaran Direksi Perumnas.

Menurut legislator Fraksi PAN ini, kejelasan segmentasi pasar sangat krusial agar inovasi produk hunian yang dilahirkan bisa tepat sasaran. Ia mendorong Perumnas untuk mulai berani membidik pasar generasi muda atau Gen Z dengan membangun hunian vertikal seperti apartemen tipe studio yang murah, namun memiliki kualitas bangunan yang baik dan didukung fasilitas penunjang gaya hidup modern.

Selain memperjelas target pasar, Eko juga mempertanyakan mengapa Perumnas sering kali tertinggal dari pengembang swasta, padahal statusnya sebagai BUMN memberikan keunggulan jaringan yang sangat luas. Salah satu kuncinya, menurut Eko, adalah bagaimana Perumnas memanfaatkan kedekatan hubungan strategis dengan bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himbarra.

"Ibu punya Himbara, Himpunan Bank Negara. Jaringannya luas, tinggal dicolek-colekin aja. Kan yang penting bank juga melihat ada keuntungan di situ. Kecuali Ibu bikin Perumnas ini tidak untung. Walaupun memegang mandat fungsi sosial, Perumnas ini kan BUMN, tetap harus ada profitnya. Nah, bank akan melihat peluang dari sisi itu," lanjutnya.

Melalui integrasi yang kuat dengan bank Himbarra, Eko meyakini Perumnas dapat memangkas jalur birokrasi yang rumit dan menghadirkan skema pembiayaan perumahan yang jauh lebih simpel, mudah diakses, serta fleksibel bagi masyarakat luas.

Menutup pernyataannya, Eko berharap Perumnas segera melakukan transformasi besar-besaran—termasuk melakukan rebranding citra korporasi agar keluar dari kesan "jadul" (zaman dulu)—dan meniru kesuksesan transformasi yang pernah dilakukan oleh BUMN lain seperti PT KAI dan Bank BRI.