fraksipan.com - Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menghadirkan berbagai inovasi dan terobosan baru dalam sektor industri guna memperkuat fondasi ekonomi nasional, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut disampaikan Saleh saat rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/6/2026). Menurutnya, tantangan ekonomi global yang saat ini terjadi harus direspons dengan kebijakan yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
Saleh mengingatkan agar dinamika ekonomi global tidak memicu pergeseran perilaku pelaku usaha yang berpotensi memperburuk kondisi nilai tukar rupiah. Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga kepercayaan dunia usaha terhadap perekonomian nasional.
"Dampak dari situasi global yang saat ini terjadi jangan sampai membuat orang-orang yang punya uang dalam dunia usaha justru berbalik mengambil uang dan membeli dolar AS yang menyebabkan dolar AS menjadi langka," ujar Saleh.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat berimplikasi pada meningkatnya nilai tukar dolar AS dan memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional. Karena itu, sektor industri perlu terus diperkuat agar menjadi salah satu penopang utama stabilitas ekonomi Indonesia.
Saleh Daulay Dorong Penguatan Industri Nasional sebagai Basis Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, Saleh juga meminta Kementerian Perindustrian untuk terus mengembangkan peta jalan atau roadmap pembangunan industri nasional yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Politisi PAN itu menegaskan bahwa kemajuan sektor industri merupakan salah satu indikator penting bagi sebuah negara besar. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus memperkuat kapasitas industrinya agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
"Indonesia harus mengarah pada kemajuan industri. Karena itu, kami berharap Kementerian Perindustrian dapat menjelaskan berbagai langkah strategis yang akan dilakukan sehingga kita bisa memperkuat basis ekonomi dari sisi industri," katanya.
Saleh menilai pembangunan sektor industri yang kuat tidak hanya akan meningkatkan daya saing nasional, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperbesar kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Komisi VII DPR RI Minta Anggaran Kemenperin Dorong Lahirnya Industri Baru
Selain menyoroti penguatan industri nasional, Saleh juga menekankan pentingnya optimalisasi anggaran Kementerian Perindustrian agar mampu mendorong lahirnya industri-industri baru dan berbagai inovasi di sektor manufaktur.
Menurutnya, alokasi anggaran yang tersedia perlu diarahkan secara seimbang untuk mendukung pengembangan industri sekaligus memperkuat ekosistem inovasi nasional.
Saleh mengapresiasi perhatian Kemenperin terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui Politeknik Perindustrian yang selama ini menjadi salah satu fokus anggaran kementerian. Namun demikian, ia menilai upaya tersebut perlu diimbangi dengan dukungan anggaran pada program-program lain yang secara langsung berkontribusi terhadap penciptaan industri baru.
"Walaupun itu sangat penting, tetapi tentu harus ditunjang dengan anggaran-anggaran lain di direktorat jenderal yang lain agar mampu mendorong lahirnya industri dan inovasi baru," ujarnya.
Saleh Daulay: Inovasi Industri Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional
Sebagai Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa inovasi dan penguatan sektor industri merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Ia berharap Kementerian Perindustrian terus menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan industri nasional, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta memperkuat posisi ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Dengan sektor industri yang semakin maju dan inovatif, Saleh optimistis Indonesia akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat, termasuk dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.