fraksipan.com - Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mendorong Kementerian Pariwisata untuk menyusun formulasi anggaran Tahun 2027 secara lebih berimbang antar-kedeputian. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh unit kerja di lingkungan kementerian memiliki dukungan anggaran yang memadai dalam menjalankan program dan fungsi masing-masing secara optimal.

Hal itu disampaikan Saleh Partaonan Daulay dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut Saleh, keseimbangan distribusi anggaran menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh program prioritas Kementerian Pariwisata dapat berjalan efektif dan memberikan dampak maksimal bagi pengembangan sektor pariwisata nasional.

Saleh Partaonan Daulay Dorong Keadilan Penggunaan Anggaran

Dalam rapat tersebut, Saleh Partaonan Daulay menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam penyusunan anggaran. Ia berharap setiap kedeputian memperoleh ruang fiskal yang cukup sehingga mampu menjalankan program kerja secara berkelanjutan sepanjang tahun anggaran.

“Nanti saya minta untuk perumusan anggaran tahun 2027, itu benar-benar dibuat berimbang,” ujar Saleh.

Menurut Politisi Fraksi PAN itu, pengelolaan anggaran yang proporsional akan memperkuat kinerja organisasi secara keseluruhan dan mendorong tercapainya target pembangunan sektor pariwisata secara lebih efektif.

Ketua Komisi VII DPR RI Ingin Seluruh Unit Kerja Berkinerja Optimal

Saleh menjelaskan bahwa Komisi VII DPR RI melihat masih terdapat ketimpangan distribusi anggaran di lingkungan Kementerian Pariwisata. Beberapa unit memperoleh alokasi yang cukup besar, sementara unit lainnya memiliki ruang anggaran yang relatif terbatas.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar seluruh kedeputian dapat bekerja secara maksimal dan tidak mengalami hambatan dalam pelaksanaan program di tengah tahun anggaran.

Menurut Saleh, keseimbangan anggaran bukan sekadar persoalan angka, tetapi juga berkaitan dengan efektivitas pelaksanaan program serta keberhasilan kementerian dalam mencapai target-target pembangunan pariwisata nasional.

Saleh Partaonan Daulay Dukung Penguatan Kinerja Seluruh Kedeputian

Dalam pandangannya, distribusi anggaran yang lebih proporsional akan memperkuat kolaborasi antar-unit kerja dan menciptakan kinerja yang lebih solid di lingkungan Kementerian Pariwisata.

Saleh menyoroti bahwa selama ini sebagian besar alokasi anggaran berada pada sektor pemasaran dan penyelenggaraan event. Sementara itu, terdapat unit-unit lain yang juga membutuhkan dukungan anggaran agar program-program strategis dapat berjalan optimal.

“Harus berani membuat anggaran yang berimbang itu, menaikkan anggaran di tempat yang lain. Atau membuat, mengurangi dari tempat yang sudah ada sekarang, dikasih, dibagi rata di tempat yang lain. Atau bagaimana caranya supaya ada keberimbangan anggaran itu. Keadilan penggunaan anggaran, itu satu,” tegas Saleh.

Menurutnya, langkah tersebut akan membantu menciptakan tata kelola anggaran yang lebih efektif sekaligus memperkuat kontribusi setiap unit dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata Indonesia.

Saleh Partaonan Daulay Dorong Persiapan Anggaran 2027 Sejak Dini

Selain mendorong distribusi anggaran yang lebih berimbang, Saleh juga menekankan pentingnya persiapan pembahasan anggaran Tahun 2027 sejak awal. Ia meminta Kementerian Pariwisata membangun komunikasi yang intensif dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas agar kebutuhan sektor pariwisata dapat diperjuangkan secara optimal.

Menurut Saleh, sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Karena itu, ia berharap penyusunan anggaran ke depan tidak hanya memperhatikan besaran anggaran yang diperoleh, tetapi juga memastikan distribusinya dilakukan secara proporsional sehingga mampu memperkuat kinerja seluruh unit kerja dan mendukung kemajuan pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.