fraksipan.id - Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, mengajak seluruh pihak untuk menjaga etika dalam kehidupan demokrasi di tengah dinamika politik dan derasnya arus informasi di ruang publik.
Menurut Pasha, perbedaan pandangan terhadap kinerja pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Ia menilai, keberagaman sikap justru menjadi bagian dari mekanisme kontrol yang sehat.
“Kami memahami bahwa tidak semua pihak memiliki pandangan yang sama terhadap capaian kinerja pemerintah, termasuk keberhasilan Pak Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan. Perbedaan sikap merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Namun demikian, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut disampaikan secara sehat, terbuka, dan bertanggung jawab. Menurutnya, kompetisi politik seharusnya dibangun di atas gagasan, program, serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan melalui narasi yang menyesatkan.
Pasha juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan disinformasi, fitnah, dan kebencian yang dapat merusak kualitas demokrasi sekaligus membingungkan publik.
“Dalam kehidupan politik, prinsip ‘sepakat untuk tidak sepakat’ harus tetap dijunjung tinggi, selama bertujuan menjaga keseimbangan demokrasi dan pengawasan publik terhadap kinerja pemerintah,” kata Legislator PAN tersebut.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah dijamin oleh undang-undang. Namun, kritik harus dibedakan dengan ujaran kebencian yang bersifat tendensius maupun serangan personal.
“Kritik dijamin undang-undang. Tapi berbeda dengan ujaran kebencian yang tendensius dan serangan personal, ini melanggar aturan,” tegas Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.
Lebih lanjut, Pasha menilai bahwa ketika kritik berubah menjadi upaya pembusukan karakter atau pembunuhan reputasi terhadap pejabat publik, maka yang dirugikan bukan hanya individu yang diserang, tetapi juga masyarakat luas.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun iklim politik yang sehat, beretika, serta berorientasi pada kepentingan rakyat.