fraksipan.id – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, mengapresiasi langkah cepat pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dalam memastikan keselamatan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dan sempat ditahan oleh Israel.
Menurut Okta, langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah menunjukkan komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah konflik dan menjalankan misi kemanusiaan.
“Saya mengapresiasi langkah cepat pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri RI beserta seluruh jajaran diplomasi Indonesia yang telah bergerak sigap dalam mengupayakan keselamatan sembilan WNI kita. Keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama, dan negara telah menunjukkan kehadirannya dalam situasi ini,” ujar Okta.
Ia juga mengecam tindakan Israel terhadap rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang membawa bantuan dan solidaritas bagi warga sipil Palestina.
Menurutnya, aktivitas kemanusiaan seharusnya mendapatkan perlindungan sesuai prinsip hukum internasional, bukan justru menghadapi penahanan maupun penghalangan.
“Saya mengecam tindakan yang dilakukan Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Aktivitas kemanusiaan yang bertujuan membantu masyarakat sipil, khususnya warga Palestina yang mengalami krisis berkepanjangan, tidak seharusnya dihalangi. Prinsip-prinsip kemanusiaan internasional harus dihormati,” tegasnya.
Okta menegaskan dukungannya terhadap berbagai gerakan kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Ia menilai dukungan terhadap Palestina bukan semata isu politik luar negeri, melainkan bagian dari panggilan kemanusiaan global.
“Dukungan terhadap Palestina bukan hanya persoalan politik luar negeri, tetapi juga panggilan kemanusiaan. Saya akan terus mendukung setiap upaya kemanusiaan yang bertujuan membantu rakyat Palestina yang saat ini masih menghadapi situasi yang sangat berat,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kepulangan sembilan relawan Indonesia ke tanah air dalam keadaan selamat, sekaligus memberikan penghormatan atas keberanian dan dedikasi mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Kepada para relawan dan pejuang kemanusiaan Indonesia untuk Palestina, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah air. Terima kasih atas keberanian, kepedulian, dan semangat kemanusiaan yang telah ditunjukkan. Semoga dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat dan selamat,” ujarnya.
Diketahui, pembebasan sembilan relawan Indonesia dilakukan melalui diplomasi intensif pemerintah Indonesia bersama sejumlah negara sahabat, termasuk Turki, Yordania, dan Mesir. Setelah dibebaskan, para relawan diberangkatkan melalui Istanbul sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dengan selamat.