fraksipan.id – Isu fiskal dan moneter sering kali dicap sebagai topik yang berat dan membosankan. Namun, di tangan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, pembahasan ini justru dikemas secara menarik dan interaktif lewat Seminar Nasional bertajuk "Strategi Fiskal dan Moneter di Tengah Krisis Global" yang digelar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Acara ini sukses menyedot perhatian ratusan anak muda. Selain diikuti oleh jajaran Tenaga Ahli dan Staf Administrasi Fraksi PAN, ruang seminar dipadati oleh peserta program Mahasiswa Magang Fraksi PAN (MAPAN) serta mahasiswa dari berbagai kampus ternama Indonesia.
Mulai dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, UHAMKA, UNJ, Universitas Ahmad Dahlan, UIN Syarif Hidayatullah, IPB University, Universitas Pamulang, Universitas Terbuka, UMY, UMKT, hingga Universitas Hasanuddin, semuanya melebur untuk berdiskusi langsung dengan para pengambil kebijakan.
Saat membuka acara, Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, langsung mematahkan stigma bahwa ekonomi itu rumit. Menurutnya, kebijakan ekonomi makro sebenarnya sangat dekat dengan urusan dompet dan isi piring masyarakat sehari-hari.
"Mungkin sebagian dari kita berpikir fiskal dan moneter itu topik yang berat. Padahal, keputusan di bidang ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari nilai tukar rupiah, harga sembako, kesempatan kerja, biaya kuliah, sampai peluang usaha, semuanya dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi," ujar Putri di depan ratusan mahasiswa.
Putri menegaskan, Fraksi PAN sengaja membuka pintu lebar-lebar bagi generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga paham bagaimana sebuah kebijakan publik diperjuangkan di parlemen.
"Kami selalu terbuka untuk berdialog dengan anak muda. Kami percaya masa depan Indonesia ditentukan oleh generasi muda yang kritis, berintegritas, dan peduli pada persoalan bangsa," tambahnya.
Tak tanggung-tanggung, seminar ini menghadirkan barisan narasumber kompeten yang menguasai peta ekonomi nasional. Dari jajaran politisi sekaligus praktisi parlemen, hadir Jon Erizal, Andi Yuliani Paris, Rizky Sadig (Anggota Banggar DPR RI), serta Abdul Hakim Bafagih (Anggota Komisi VI DPR RI).
Diskusi semakin berbobot dengan hadirnya ekonom senior PAN Dr. Drajad Wibowo dan pakar ekonomi dari kalangan akademisi, Prof. Dr. Bambang Juanda. Kombinasi para pembicara ini sukses melahirkan debat gagasan yang berbasis data, pengalaman lapangan, dan solusi nyata.
Sesi diskusi pun berlangsung hidup. Para mahasiswa memanfaatkan momen langka ini untuk "menodong" para narasumber dengan berbagai pertanyaan kritis seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.