fraksipan.id - Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang digagas Kementerian Transmigrasi mendapat sambutan besar dari kalangan generasi muda. Hingga penutupan pendaftaran pada 21 Mei 2026, tercatat sebanyak 10.359 peserta mendaftar untuk mengikuti program pengembangan kawasan transmigrasi tersebut.
Data tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Adanya peningkatan signifikan menjelang akhir masa pendaftaran yang mencerminkan semakin kuatnya semangat generasi muda untuk hadir langsung membangun Indonesia,” ujar Menteri Transmigrasi.
Program ini menarik minat peserta dari 1.440 perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Selain kampus nasional, sejumlah universitas internasional seperti Monash University, The University of Melbourne, University of Manchester, hingga King’s College London juga tercatat menjadi asal peserta program tersebut.
Dari total peserta yang mendaftar, sebanyak 8.529 orang telah terverifikasi administrasi oleh panitia seleksi. Nantinya, Kementerian Transmigrasi bersama perguruan tinggi mitra akan menyeleksi 1.230 peserta terbaik untuk diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi pada 2026, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Boyman Harun. Ia menilai konsep pengembangan kawasan transmigrasi melalui kolaborasi dengan universitas dan mitra internasional merupakan langkah progresif dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurut Boyman, pendekatan yang melibatkan generasi muda dan perguruan tinggi dapat menjadi terobosan baru dalam memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Selain Boyman Harun, apresiasi juga disampaikan sejumlah anggota Komisi V DPR RI lainnya. Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Hamid Noor Yasin, menilai keberlanjutan Program Ekspedisi Patriot layak diapresiasi karena mampu menghasilkan output akademik sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Keberlanjutan program Ekspedisi Patriot yang melibatkan perguruan tinggi dan menghasilkan output akademik serta pemberdayaan masyarakat ini perlu kita apresiasi,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi NasDem, Teguh Iswara Suardi, menilai kolaborasi Kementerian Transmigrasi dengan kampus dan lembaga riset menjadi langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan global.
Kementerian Transmigrasi mencatat, Program Tim Ekspedisi Patriot telah menghasilkan lebih dari 400 rekomendasi pembangunan kawasan transmigrasi, berbagai publikasi ilmiah, kajian kawasan, hingga model teknologi tepat guna.
Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga berhasil menghimpun dukungan pendanaan non-APBN senilai miliaran rupiah melalui dana kampus, hibah penelitian, dan kemitraan berbagai lembaga.
Melalui program Trans Patriot, pemerintah menargetkan lahirnya sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan nasional.