fraksipan.id - Ketua Majelis Pertimbangan Barisan (MPB) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Ahmad Yohan, menegaskan bahwa perjalanan BM PAN selama ini justru semakin kokoh di tengah berbagai keraguan yang kerap diarahkan kepada organisasi sayap Partai Amanat Nasional tersebut.

Menurut Ahmad Yohan, keraguan bukan menjadi hambatan bagi kader muda PAN untuk berkembang. Sebaliknya, berbagai tantangan dan keraguan yang muncul justru menjadi energi yang mendorong kader BM PAN untuk terus membuktikan kapasitas, kualitas, dan eksistensinya dalam berbagai bidang pengabdian.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Yohan saat menghadiri Debat Kandidat Calon Ketua Umum BM PAN yang berlangsung di Gedung Pertunjukan Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS) Bulungan, Sabtu (21/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian menuju Kongres VII BM PAN.

"BM PAN tumbuh dan kuat karena keraguan. Setiap kali kita diragukan, justru di situlah kita membuktikan diri. Keraguan itu tidak melemahkan, tetapi mendorong kita untuk bekerja lebih keras, lebih solid, dan lebih kompak dalam membangun organisasi ini," ujar Ahmad Yohan.

Anggota DPR RI Fraksi PAN tersebut menilai berbagai dinamika yang dihadapi BM PAN selama ini telah menempa organisasi menjadi lebih matang, adaptif, serta memiliki daya saing yang kuat dalam proses kaderisasi politik generasi muda.

Menurut Ahmad Yohan, kemampuan BM PAN bertahan dan terus berkembang di tengah tantangan menjadi bukti bahwa organisasi memiliki fondasi yang kuat serta kader-kader yang terus berupaya meningkatkan kualitas diri demi memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan Partai Amanat Nasional.

Karena itu, Ahmad Yohan mengajak seluruh kader menjadikan Kongres VII BM PAN sebagai momentum memperkuat organisasi sekaligus menunjukkan kualitas kepemimpinan generasi muda PAN kepada publik.

Ia menegaskan bahwa kontestasi dalam kongres harus dipahami sebagai ruang adu gagasan, kompetisi sehat, serta ajang menghadirkan solusi dan inovasi bagi kemajuan organisasi, bukan semata-mata perebutan jabatan.

"Kongres harus menjadi ruang pembuktian gagasan dan kapasitas kepemimpinan. Dari proses ini kita berharap lahir pemimpin yang mampu membawa BM PAN semakin maju dan semakin berkontribusi bagi PAN," katanya.

Ahmad Yohan berharap para kandidat Ketua Umum BM PAN dapat memanfaatkan momentum debat kandidat untuk menawarkan ide, program, dan strategi terbaik dalam memperkuat peran organisasi sebagai wadah kaderisasi pemimpin muda PAN di masa depan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas kader setelah proses pemilihan selesai. Menurutnya, kekuatan utama BM PAN terletak pada kemampuan seluruh kader untuk tetap bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi maupun dinamika politik nasional.

"Kita harus terus menjaga semangat kebersamaan dan konsolidasi. Siapa pun yang terpilih nanti adalah pemimpin seluruh kader BM PAN yang harus didukung bersama demi kemajuan organisasi," tegas Ahmad Yohan.

Ahmad Yohan optimistis BM PAN akan terus berkembang dan memainkan peran strategis dalam melahirkan kader-kader terbaik bagi Partai Amanat Nasional serta menjadi ruang penggemblengan generasi muda yang siap mengemban amanah kepemimpinan di masa depan.

Debat kandidat calon Ketua Umum BM PAN sendiri menjadi salah satu agenda penting menjelang pelaksanaan Kongres VII BM PAN yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode 2026-2031.

Melalui proses demokrasi yang sehat dan kompetitif, BM PAN diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai organisasi kepemudaan yang menjadi motor kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Partai Amanat Nasional.