fraksipan.id – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Endang Agustina, mengapresiasi langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam membongkar jaringan narkoba di Kampung Bahari pada 13 Agustus 2026. Penindakan tersebut dinilai penting untuk memutus mata rantai peredaran sekaligus melindungi anak muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. “Keberhasilan BNN membongkar jaringan narkotika di Kampung Bahari adalah kado kemerdekaan bagi generasi muda kita. PAN mendukung penuh langkah tegas ini demi masa depan anak muda yang lebih aman dan bebas dari jerat narkotika,” ujar Endang.
Dalam operasi tersebut, sekitar 350 personel BNN diterjunkan ke lapangan dan tetap melakukan pengamanan meski menghadapi perlawanan berupa lemparan batu dan petasan. Pengungkapan itu berkaitan dengan jaringan narkotika dengan barang bukti 98 kilogram sabu, ganja gorila, dua pucuk senjata api, 54 butir peluru, serta aset tindak pidana pencucian uang senilai Rp39,95 miliar. BNN turut menangkap MR alias “Bos Gendut”, buronan kasus 98 kilogram sabu sejak November 2025.
Endang menilai keberhasilan penindakan perlu diikuti langkah pencegahan yang menyentuh kelompok rentan. Usia 15–24 tahun menjadi salah satu kelompok yang rawan direkrut jaringan narkoba sebagai kurir maupun pemantau, sementara penyalahgunaan sejak usia muda dapat berdampak panjang terhadap kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sosial. Data prevalensi penyalahgunaan narkotika secara nasional yang mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa juga menunjukkan besarnya tantangan yang masih harus dihadapi.
Karena itu, Fraksi PAN mendorong penguatan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan Kampung Bersinar, termasuk dengan melibatkan pemuda lokal sebagai agen pencegahan dan pemulihan di lingkungan masing-masing. Dukungan terhadap rehabilitasi berbasis masyarakat juga perlu diperkuat agar korban penyalahgunaan narkotika mendapatkan kesempatan untuk pulih, sekaligus memastikan anak dan remaja tetap memperoleh hak pendidikan. Selain penindakan dan rehabilitasi, PAN menilai kebijakan pemberantasan narkoba perlu disusun berdasarkan data prevalensi dan pemetaan wilayah rawan sehingga program serta anggaran dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.
Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Endang berharap keberhasilan BNN di Kampung Bahari menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak muda. “Melindungi generasi muda dari narkotika berarti menjaga masa depan Indonesia,” pungkas Endang.