Kalimantan Barat — Melalui kanal Lapor PAN, Fraksi PAN DPR RI menerima laporan dari masyarakat mengenai kondisi memprihatinkan yang dialami anak-anak sekolah di Desa Peniti Besar dan Peniti Dalam, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah.
Dalam laporan tersebut disertakan video yang memperlihatkan sejumlah anak bergelantungan di tali untuk menarik sampan agar bisa menyeberangi sungai menuju sekolah. Kisah ini menyentuh banyak pihak, termasuk Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Boyman Harun, yang segera merespons dengan langkah nyata.
“Anak-anak kita di Segedong harus bergelantungan di tali hanya untuk bisa sekolah. Ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Boyman, Senin (15/9/2025), dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Boyman langsung mendorong pembangunan jembatan gantung sepanjang 50 meter di wilayah tersebut agar akses pendidikan bisa ditempuh dengan aman dan layak. Ia meminta agar pelaksanaan pembangunan tidak menunggu alokasi anggaran tahun 2026.
“Kalau bisa jangan tunggu 2026. Situasi sudah darurat dan menyangkut masa depan anak-anak. Pembangunan jembatan ini harus segera direalisasikan tahun 2025,” ujarnya.
Respon cepat tersebut langsung diikuti tindakan nyata di lapangan. Tim survei dari Balai Bina Marga bersama Camat Segedong turun langsung meninjau lokasi untuk memulai tahapan pembangunan jembatan penghubung di Sungai Segedong. Proses ini dikawal langsung oleh Ketua DPD PAN Mempawah, guna memastikan pelaksanaannya cepat, transparan, dan tepat sasaran.
Boyman menegaskan, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi wujud nyata pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya hak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan layak. Melalui program Lapor PAN, Fraksi PAN berkomitmen terus memperjuangkan setiap aspirasi rakyat agar tidak berhenti di laporan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan aksi konkret di lapangan.
“Pembangunan harus merata. Anak-anak di Mempawah berhak bersekolah dengan aman, tanpa rasa takut atau cemas setiap kali menyeberangi sungai,” pungkas Boyman.
Karena bagi PAN, setiap laporan rakyat adalah panggilan untuk bertindak.