fraksipan.id - Anggota Fraksi PAN DPR RI, Muhammad Syauqie, mengecam tudingan liar di media sosial yang menyebut Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), sebagai penyebab bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Ia menegaskan, di saat masyarakat sedang berduka, hal terpenting adalah memperkuat solidaritas, bukan melempar fitnah.

“Jangan sebar tuduhan tanpa bukti. Taman Nasional Tesso Nilo itu di Riau, sedangkan banjir terjadi di Sumbar, Sumut, dan Aceh,” ujar Syauqie, Kamis 11/12/2025.

Wabendum Fraksi PAN DPR RI itu menambahkan, tuduhan terhadap Zulhas tidak hanya keliru secara geografis, tetapi juga mustahil secara hukum dan kewenangan. Ia menegaskan bahwa saat menjabat Menteri Kehutanan, Zulhas tidak mungkin memberikan izin apa pun untuk Tesso Nilo karena statusnya adalah taman nasional.

“Kita menghormati kebebasan berpendapat. Tapi menuduh seseorang sebagai penyebab bencana tanpa data itu berbahaya. Ini persoalan serius. Kalau ada dugaan pelanggaran lingkungan, mari bicara pakai data, bukan potongan video yang diarahkan untuk memfitnah,” tegasnya.

Syauqie juga menyebut tuduhan tersebut tidak masuk akal karena bencana hari ini tidak bisa dikaitkan dengan satu orang, apalagi jabatan yang sudah berakhir lebih dari satu dekade lalu.

“Banjir dan longsor terjadi karena banyak faktor: curah hujan ekstrem, tata ruang, kondisi hutan, drainase, alih fungsi lahan, hingga lemahnya pengawasan. Ini persoalan kompleks, bukan ulah satu tokoh,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa selama menjabat, Zulhas justru mendorong program penghijauan dan perbaikan tata kelola hutan melalui berbagai kebijakan penanaman pohon dan pengendalian izin.

Menurut Syauqie, kerusakan lingkungan di Sumatera adalah masalah struktural yang berlangsung puluhan tahun melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan berbagai institusi.

Karena itu, ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini seharusnya menyelamatkan warga dan memastikan bantuan segera tiba.

“Yang penting hari ini adalah memastikan korban selamat, logistik sampai, dan pemulihan berjalan cepat. Pak Zulhas juga turun langsung memastikan bantuan bergerak, meski beberapa akses jalan terputus. Jadi mari fokus ke kerja nyata, bukan memperkeruh suasana dengan tuduhan yang tidak menolong korban,” jelasnya.

Syauqie mengajak masyarakat menjaga ruang publik tetap sehat dan tidak menjadikan bencana sebagai arena saling serang.

“Silakan kritis, silakan evaluasi kebijakan. Tapi lakukan dengan data dan cara yang bertanggung jawab. Bencana bukan panggung untuk saling menuding,” tutupnya.