fraksipan.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN, H. Sudian Noor, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan ekosistem industri halal di Kalimantan Selatan (Kalsel). Ia menyebut Banua memiliki semua modal penting — mulai dari masyarakat religius, SDM kompeten, hingga dukungan kuat dari pemerintah daerah — untuk menjadi pusat industri halal nasional, bahkan role model Asia Tenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudian Noor saat kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI masa persidangan I tahun sidang 2025–2026 di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (6/10/2025). Dalam kunjungan itu, ia juga menyerahkan sejumlah bantuan dari Kementerian Agama RI, di antaranya Program Inkubasi Bisnis Pesantren senilai Rp800 juta, Bantuan Pendidikan Agama dan Keagamaan sebesar Rp335 juta, serta Program Indonesia Pintar (PIP) Madrasah bagi 8.500 siswa.

“Kalimantan Selatan sudah sangat siap. Kita punya SDM, lahan, dan semangat masyarakat yang kuat. Tinggal bagaimana mengoptimalkan dukungan dari pusat agar industri halal benar-benar berkembang di Banua,” ujar Sudian Noor.

Lebih lanjut, mantan Bupati Tanah Bumbu ini menilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanah Bumbu memiliki potensi besar menjadi embrio kawasan industri halal terpadu. Dengan sinergi lintas sektor, kawasan tersebut diyakininya mampu menjadi motor baru ekonomi syariah di Indonesia.

“Kalau ini bisa diwujudkan, bukan tidak mungkin Kalsel akan menjadi role model kawasan industri halal di Indonesia, bahkan Asia Tenggara,” tambahnya.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan agama, sosial, dan penanggulangan bencana, Sudian Noor juga menyoroti pentingnya percepatan sertifikasi halal melalui kolaborasi antara BPJPH, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah. Salah satu langkah konkretnya adalah program nasional “Satu Desa Dua Juru Sembelih Halal.”

“Kami di Komisi VIII terus mendorong peningkatan kapasitas SDM halal di daerah. Di Kalsel sudah ada ratusan juru sembelih halal bersertifikat. Ini langkah besar yang harus dilanjutkan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Komisi VIII DPR RI, khususnya dari Sudian Noor. Ia menilai kunjungan tersebut membawa semangat besar bagi kemajuan ekonomi syariah di Kalsel.

“Kami sangat berterima kasih. Ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, tapi membawa gagasan besar. Bahkan Bapak Sudian Noor menyampaikan agar ke depan ada kawasan ekonomi khusus halal yang bisa menjadi yang terbaik di Asia Tenggara,” katanya.

Syarifuddin menegaskan, Pemprov Kalsel siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri halal karena diyakini akan berdampak besar pada ekonomi masyarakat dan memperkuat posisi daerah sebagai pusat ekonomi syariah nasional.

Dengan dukungan DPR RI dan komitmen pemerintah daerah, pengembangan kawasan industri halal di Kalimantan Selatan diharapkan berjalan seiring dengan penguatan pendidikan keagamaan, sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua.

Apakah Kalimantan Selatan siap menjadi pusat industri halal nasional? Tulis pandangan Anda di kolom komentar dan ikut dukung ekonomi syariah Indonesia!