fraksipan.id - Bantuan kemanusiaan senilai Rp1,4 miliar bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, resmi disalurkan kepada 1.615 kepala keluarga (KK). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pemulihan kebutuhan warga pascabencana.
Anggota DPR sekaligus tokoh yang terlibat dalam penyaluran bantuan, Sudian Noor, menyampaikan bahwa bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp900 ribu per kepala keluarga. Skema ini dipilih untuk menjawab kebutuhan warga yang belum sepenuhnya terjangkau oleh program pemerintah daerah.
Penyaluran bantuan dijadwalkan mulai Selasa (30/12/2025) dan dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada desa-desa yang paling terdampak banjir.
“Yang kami tangani adalah kebutuhan warga yang belum ter-cover oleh pemerintah daerah. Untuk pelayanan dasar seperti makanan dan dapur umum sudah ditangani pemerintah setempat,” ujar Sudian Noor, Rabu (31/12).
Ia menjelaskan, banjir bandang yang melanda Balangan menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, bahkan sebagian hanyut terbawa arus. Kondisi tersebut membuat banyak keluarga kehilangan harta benda dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Koordinasi sudah dilakukan dengan pemerintah daerah dan aparat setempat. Kebutuhan dasar sudah relatif terpenuhi, namun masih ada kebutuhan lain yang belum terakomodasi,” katanya.
Berdasarkan data penyalur bantuan, total terdapat 1.615 KK terdampak banjir yang tersebar di delapan desa. Dari jumlah tersebut, tercatat 49 rumah mengalami rusak berat dan 118 rumah rusak sedang.
Pada tahap awal, penyaluran bantuan diprioritaskan di Desa Gunung Batu. Di desa tersebut tercatat sebanyak 198 KK terdampak, dengan tiga rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang.
Sudian Noor menambahkan, nominal bantuan Rp900 ribu per KK mengacu pada skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan yang berlaku secara nasional.
“Bantuan tunai ini dinilai lebih fleksibel karena bisa digunakan warga sesuai kebutuhan masing-masing, terutama kebutuhan pribadi pascabencana,” ujarnya.
Ia mencontohkan kebutuhan lansia dan balita yang sering kali tidak tercakup dalam bantuan logistik umum, seperti popok dewasa, obat-obatan tertentu, maupun kebutuhan khusus anak.
Melalui penyaluran bantuan ini, Sudian Noor berharap warga terdampak banjir bandang di Balangan dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan mendesak dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.