fraksipan.com - Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) di Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/9/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan keahlian di bidang siber serta sandi negara.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, menyoroti persoalan kuota penerimaan calon siswa taruna Poltek SSN yang mengalami penurunan akibat efisiensi. Ia menegaskan, kuota tersebut tidak boleh berkurang, melainkan harus ditingkatkan setiap tahun.

“Kuota penerimaan calon taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara tidak boleh terdampak efisiensi. Kuota harus ditambah dan setiap tahunnya harus ada peningkatan,” tegas Slamet.

Menurutnya, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Poltek SSN perlu mencari solusi agar penambahan kuota taruna baru bisa direalisasikan. Hal ini penting mengingat kebutuhan Indonesia terhadap SDM di bidang keamanan siber masih sangat besar.

“Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli. Hingga tahun 2030, kebutuhan SDM di sektor pemerintahan diperkirakan mencapai 29 ribu orang, sementara dari sektor swasta sekitar 9 ribu orang,” ungkapnya.

Slamet juga menekankan perlunya kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas keamanan siber nasional.

“Di tengah maraknya ancaman siber di era digital, peningkatan SDM yang berkualitas dan memiliki keahlian di bidang siber serta sandi negara menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang aman,” pungkasnya.