fraksipan.id — Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi V, Boyman Harun, yang digelar di salah satu hotel terkemuka di Kota Sambas, Senin (15/12/2025). Tak kurang dari seribu massa yang terdiri dari kader dan simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) dari seluruh penjuru Kabupaten Sambas memadati ruang pertemuan. Kursi penuh, energi pun tak tersisa.

Reses ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Maskur, Anggota DPRD Kabupaten Sambas Ramzi, Nandes, Harni, dan Anton Julius. Jajaran pengurus PAN hadir lengkap, mulai dari DPW, DPD, DPC hingga DPRt. Dari unsur pemerintah pusat, tampak Perwakilan Kementerian PUPR, Kepala BPJN Kalbar Chandra, serta Kepala Satker Prasarana Strategis Sarif Hidayat.

Kegiatan reses menjadi ruang strategis menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan infrastruktur. Isu yang paling mengemuka adalah usulan pembangunan duplikat Geratak Batu—jembatan ikonik yang menjadi urat nadi aktivitas warga Sambas. Usulan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan oleh Boyman Harun bersama Kepala BPJN Kalbar dan unsur DPR terkait. Cepat, konkret, tanpa banyak basa-basi.

Tak berhenti di situ, Kepala Satker Prasarana Strategis juga meninjau lokasi pembangunan lapangan voli terpadu di sekitar Asrama Haji Kabupaten Sambas. Fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen Boyman Harun dalam memperjuangkan sarana publik yang layak dan fungsional selama masa pengabdiannya di Senayan.

Ketua DPD PAN Sambas, Maskur, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan reses tersebut. Ia menilai, selama ini banyak aspirasi masyarakat Sambas yang telah terealisasi melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Boyman Harun, mulai dari program P3AI, PISEW, bedah rumah, pemecah ombak, renovasi madrasah, sanitasi, hingga pipanisasi PDAM Muare Ulakan.

“Saya melihat langsung antusiasme kader yang berbaur dengan masyarakat. Tidak kurang dari seribu orang hadir. Ini bukti bahwa reses ini benar-benar menyentuh harapan rakyat,” ujar Maskur.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Sambas Ramzi, yang akrab disapa Abah. Ia menegaskan, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui dirinya memiliki peluang besar untuk terwujud. Menurutnya, Geratak Batu telah berusia sekitar 84 tahun, dibangun sejak era kolonial Belanda, dan kini kondisinya semakin memprihatinkan.

“Jembatan ini memang sudah waktunya dilebarkan. Kehadiran Pak Boyman dan komitmen beliau memperjuangkan duplikat jembatan ini adalah bukti nyata keberpihakan pada keselamatan dan kebutuhan masyarakat. Insya Allah akan terwujud, mohon doa seluruh masyarakat,” tegas Ramzi.

Reses ini menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya melalui peran Komisi V DPR RI dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Sambas. Komunikasi yang solid antara Bupati Sambas Satono dan Ketua DPW PAN Kalbar Boyman Harun menjadi kunci. Strateginya jelas: kerja nyata, bukan sekadar wacana.