fraksipan.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyoroti fenomena lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara asal Singapura dan Malaysia yang memanfaatkan pelemahan kurs rupiah untuk berbelanja di Indonesia. Fenomena ini dinilai laksana pisau bermata dua yang mendatangkan keuntungan instan bagi pedagang lokal, namun di sisi lain mencerminkan adanya dilema fundamental dalam tatanan ekonomi nasional.

Dalam Rapat Kerja Komisi VII bersama Kementerian Pariwisata, legislator asal fraksi PAN ini mengungkapkan bahwa pergeseran tren wisata belanja kini tidak hanya berpusat di Batam, melainkan sudah meluas hingga ke Jakarta. Melemahnya nilai tukar rupiah di mana 1 Dolar Singapura kini telah mendekati angka Rp14.000 menjadi daya tarik utama bagi warga negara tetangga untuk melakukan wisata belanja secara masif.

"Pedagang-pedagang kita tentu diuntungkan karena barang mereka laku keras dan habis terjual. Tetapi pada sisi yang lain, hal ini belum tentu menggembirakan bagi tatanan ekonomi kita secara fundamental," ujar Saleh dalam rapat kerja yang mengevaluasi kinerja semester I tersebut.

Politikus asal Sumatera Utara ini menegaskan bahwa situasi tersebut menuntut kejelasan posisi dan strategi dari pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata. Ia mempertanyakan apakah Indonesia hanya akan memposisikan diri sebagai destinasi yang sekadar senang menerima limpahan wisatawan belanja karena selisih kurs, atau berkomitmen kuat dalam menjaga kekuatan fondasi ekonomi nasional.

"Bagaimana cara mengatasinya? Karena pasti ada dampak positif dan negatif dari posisi Indonesia yang seperti itu. Jika kita ingin berdiri di tengah, pemerintah harus memperjelas langkah strategisnya," tambahnya.

Oleh karena itu, Saleh mendesak Kementerian Pariwisata agar serapan anggaran yang saat ini telah berjalan mampu dikonversikan menjadi program-program penunjang pariwisata yang memiliki dampak ekonomi jangka panjang dan berkeadilan. Sektor pariwisata diharapkan tidak hanya bergantung pada momentum fluktuasi mata uang, melainkan bertransformasi menjadi sumber pendapatan negara yang kuat untuk menaikkan pendapatan per kapita masyarakat secara berkelanjutan.