fraksipan.com – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Rizki Sadig, memuji penyelenggaraan Car Free Day (CFD) di Kota Blitar sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam membangun ruang publik yang sehat dan produktif.

CFD edisi Minggu (19/10/2025) yang digelar dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 ini berlangsung meriah di Jalan Merdeka, Kota Blitar. Sejak pagi, ribuan warga memadati area CFD bertema “Blitar Gemas, Gerakan Minggu Sehat”.

Turut hadir mendampingi Rizki, Anggota DPRD Jawa Timur Heri Romadhon dan Anggota DPRD Kota Blitar Muhammad Raihan Tsany. Mereka bergabung bersama Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) dan masyarakat dalam suasana penuh semangat kebersamaan.

“Terima kasih Pak Wali atas inisiatif luar biasa ini. Warga diajak sehat, gembira, dan ekonomi masyarakat pun bergerak. Ini contoh konkret bagaimana kebersamaan bisa menumbuhkan semangat ekonomi rakyat,” ujar Rizki Sadig.

Legislator dari Dapil Jawa Timur VI itu menilai CFD bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga wujud ekonomi sirkular yang hidup di tingkat lokal, di mana aktivitas sosial dan ekonomi tumbuh berdampingan dalam suasana sehat dan bahagia.

“CFD seperti ini luar biasa. Dari Blitar kita belajar, bahwa pembangunan bisa dimulai dari kebersamaan,” imbuhnya.

CFD Blitar Jadi Ruang Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah

Penyelenggaraan CFD kali ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perhubungan Kota Blitar dan Terminal Tipe A Patria, dengan dukungan dari sembilan perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kepala Terminal Patria, Verie Sugiharto, menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan hanya berupa hadiah doorprize, tetapi juga bentuk nyata “bakti transportasi untuk negeri.”
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar Juari menyebut program Blitar Gemas menjadi contoh sukses kerja sama antarinstansi dan swasta.

“Setiap minggu ada instansi yang jadi penyelenggara. Jadwalnya bahkan sudah penuh sampai akhir tahun,” ujarnya.

Bagi Pemkot Blitar, CFD bukan hanya agenda olahraga mingguan, tapi juga ruang perjumpaan sosial dan penggerak ekonomi lokal. Sejak dibuka kembali pada Mei 2025, kegiatan ini telah melibatkan lebih dari 400 pelaku UMKM yang berjualan setiap minggu.

“Masyarakat sehat, perdagangan tumbuh, ekonomi berputar. Inilah semangat gotong royong yang kami bangun,” kata Wali Kota Blitar, Mas Ibin.

Kepemimpinan yang Melayani

Dalam suasana penuh kebersamaan itu, Mas Ibin kembali menunjukkan filosofi kepemimpinannya yang sederhana: “melayani tanpa jarak.”
Usai acara, ia bahkan turun langsung menyapu sisa sampah bersama petugas kebersihan dan warga.

“Kepemimpinan itu melayani, bukan dilayani. Masyarakat itu tuan saya, dan saya hanyalah pelayan rakyat,” ujarnya.

Gestur sederhana itu mendapat apresiasi dari masyarakat dan tamu yang hadir, termasuk Rizki Sadig, yang menilai sikap seperti ini mencerminkan semangat kepemimpinan yang sejati.

“Inilah teladan kepemimpinan yang merakyat — bekerja bersama, bukan hanya berbicara di podium,” kata Rizki.

Ruang Publik yang Menghidupkan Ekonomi Rakyat

Salah satu pelaku UMKM, Anisa Bintang, mengaku bahwa kegiatan CFD memberi dampak besar bagi ekonomi keluarga.

“Setiap Minggu bisa dapat omzet sejuta rupiah. Banyak pelanggan tetap datang setiap CFD,” ujarnya.

CFD juga mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Jatim Heri Romadhon, yang menilai kegiatan ini telah menjadi identitas positif Kota Blitar.

“UMKM hidup, masyarakat sehat, dan atmosfernya guyub. Kami di DPRD akan terus mendukung program seperti ini,” tegasnya.

Rizki Sadig: CFD Jadi Inspirasi Nasional

Di akhir acara, Rizki Sadig menegaskan bahwa CFD seperti di Kota Blitar sejalan dengan visi PAN untuk membangun masyarakat sehat, bahagia, dan produktif.

“CFD bukan hanya soal olahraga. Ia adalah gerakan sosial — membangun kebahagiaan, memperkuat ekonomi rakyat, dan menumbuhkan solidaritas masyarakat,” pungkasnya.

Dari Blitar, semangat sehat dan bahagia tumbuh lewat CFD! Ahmad Rizki Sadig: “CFD bukan cuma olahraga, tapi gerakan ekonomi dan kebersamaan warga.”