fraksipan.com — Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa krisis lingkungan, khususnya perubahan iklim dan darurat sampah, telah menjadi tantangan nyata yang dihadapi Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD) Fraksi PAN bertema “Peran Generasi Muda dalam Perlindungan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan” di Jakarta, Jumat (19/09/2025).

“Masalah lingkungan itu bukan sekadar wacana, melainkan realita yang kita hadapi setiap hari, mulai dari banjir, pencemaran udara, hingga laut yang dipenuhi plastik. Produksi sampah nasional sudah mencapai 35 juta ton per tahun, namun baru sekitar 37 persen yang tertangani,” ujar Putri.

Menurutnya, pola konsumsi sekali pakai, minimnya kesadaran memilah sampah rumah tangga, serta keterbatasan teknologi pengolahan membuat darurat sampah kian mengkhawatirkan. Bahkan, sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih menggunakan sistem open dumping yang berdampak pada pencemaran air dan kesehatan masyarakat.

Putri menekankan bahwa pemerintah menargetkan pada 2045, sebanyak 90 persen sampah di Indonesia sudah terolah melalui fasilitas pengolahan, serta 100 persen rumah tangga memiliki layanan penuh pengelolaan sampah. Untuk itu, ia menyoroti pentingnya dukungan regulasi, termasuk alokasi anggaran wajib minimal 3 persen dari APBD bagi pengelolaan sampah di daerah.

“Kalau kita tidak menata budaya dan kebijakan sejak sekarang, beban krisis iklim dan sampah akan semakin berat. Karena itu, generasi muda harus menjadi motor penggerak perubahan dengan gaya hidup ramah lingkungan,” tegasnya.

Sebagai wujud komitmen, Putri menyebut Fraksi PAN telah menyerahkan usulan naskah akademik Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Perubahan Iklim (RUU PPI) kepada Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada 16 Maret 2023. Selain itu, ia juga aktif melakukan aksi nyata di daerah pemilihan, seperti bersih sungai, menyalurkan motor dan tempat sampah pilah, hingga sosialisasi sekolah adiwiyata.

“Langkah kecil, seperti membawa tumbler dan memilah sampah sejak dari rumah, akan menjadi fondasi besar menuju Indonesia bebas darurat sampah,” pungkas Putri.