fraksipan.com - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN, Putri Zulkifli Hasan, mengajak mahasiswa di Lampung untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Hal ini ia sampaikan dalam kunjungan ke Politeknik Negeri Lampung (Polinela) pada Jumat (26/9), dalam rangka sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.
Kehadiran Putri Zulhas disambut langsung oleh Presiden BEM Polinela, Bagus Eka Saputra, yang menilai forum tersebut menjadi kehormatan besar bagi mahasiswa. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Dalam sambutannya, Putri menyoroti persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung yang menjadi pemicu banjir di sekitarnya. Ia menegaskan bahwa isu lingkungan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Tentu ini menjadi perhatian khusus, jangan sampai pencemaran seperti ini merugikan masyarakat,” tegas Putri.
Lebih jauh, Putri menekankan pentingnya menyampaikan isu lingkungan kepada generasi muda yang disebutnya sebagai agent of change.
“Perlindungan itu bukan hanya untuk manusia, tetapi juga alam yang menopang kehidupan kita. Tidak mungkin kita sejahtera jika laut dipenuhi sampah plastik, udara semakin tercemar, dan tanah tak lagi subur karena dampak perubahan iklim,” jelasnya.
Sebagai wujud komitmen, Putri mengingatkan bahwa Fraksi PAN DPR RI telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Perubahan Iklim sebagai bagian dari Prolegnas Prioritas 2025. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan pembangunan berwawasan lingkungan dan menjaga keberlanjutan hidup bersama.
Ia juga mengaitkan isu lingkungan dengan nilai-nilai empat pilar kebangsaan. “Merusak lingkungan sama artinya menutup mata terhadap keadilan sosial, karena dampaknya paling dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Putri mengutip data tahun 2024 bahwa masih ada 323 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki TPA dengan sistem open dumping. Hal ini, katanya, sudah masuk kategori darurat sampah dan harus segera ditangani.
Di akhir paparannya, Putri mengajak mahasiswa untuk bersama-sama menjaga bumi Indonesia agar tetap lestari.
“Bhinneka Tunggal Ika berkaitan dengan perubahan iklim. Krisis iklim tidak mengenal batas, siapa pun bisa menjadi korban. Karena itu, mari kita jaga bumi bersama,” pungkasnya.
Menurut Anda, apa langkah nyata yang paling efektif dilakukan mahasiswa untuk berkontribusi menjaga lingkungan? Tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar!