fraksipan.id – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Hatta, kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal perjuangan perangkat desa. Hal tersebut disampaikannya saat menggelar kegiatan serap aspirasi bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Klaten di Balai Desa Karangjoho, Kecamatan Karangdowo, Senin (22/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Hatta mengajak para perangkat desa untuk merefleksikan perjuangan panjang yang telah melahirkan Undang-Undang Desa. Ia menegaskan bahwa kebijakan Dana Desa yang kini ditransfer langsung dari pemerintah pusat ke desa merupakan hasil dari perjuangan kolektif perangkat desa dan kepala desa selama bertahun-tahun.

“Undang-Undang Desa lahir dari keberanian perangkat desa menyuarakan aspirasi ke pusat. Kini desa memiliki kewenangan mengelola keuangannya sendiri melalui Dana Desa,” ujar Hatta.

Ia juga menyampaikan bahwa PPDI telah berkembang menjadi organisasi nasional yang solid dan kini diakui oleh Kementerian Desa sebagai satu-satunya wadah resmi perangkat desa di tingkat nasional. Pengakuan tersebut, menurut Hatta, menjadi modal penting untuk memperkuat posisi perangkat desa dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka.

Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Klaten, Sri Mulyo, menekankan pentingnya percepatan pendataan perangkat desa secara digital melalui sistem database terintegrasi. Data tersebut akan dijadikan dasar penyusunan program perlindungan dan asuransi perangkat desa, yang nilai manfaatnya ditargetkan meningkat hingga Rp20–25 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Hatta juga menyampaikan realisasi bantuan tiga unit ambulans yang kini telah beroperasi untuk melayani masyarakat desa. Ambulans tersebut masing-masing ditempatkan di Desa Dalangan Kecamatan Tulung, Sekretariat PPDI Kabupaten Klaten, dan Kecamatan Karangdowo guna memperkuat layanan kesehatan di wilayah pedesaan.

Kegiatan serap aspirasi ini turut dihadiri unsur pemerintah desa, kecamatan, serta aparat keamanan setempat. Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga soliditas perangkat desa serta memastikan aspirasi dari desa dapat diperjuangkan hingga ke tingkat nasional.