fraksipan.com - Anggota DPR RI Fraksi PAN Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim XI Madura, Slamet Ariyadi, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kematian Prajurit TNI Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang diduga akibat penganiayaan seniornya.

Slamet menilai peristiwa ini sangat memprihatinkan dan mencoreng citra baik TNI sebagai institusi penjaga kedaulatan bangsa.

“Jangan ditutup-tutupi pengungkapan kasus yang merusak citra instansi TNI ini. Dimana selama ini TNI dikenal sebagai penjaga kedaulatan dan pendidikan karakter serta kedisiplinan,” kata Slamet Ariyadi kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).

Legislator muda PAN yang juga duduk di Komisi I DPR RI ini meminta Polisi Militer segera bergerak cepat, menindak sesuai hukum yang berlaku, serta memastikan proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan diumumkan secara terbuka.

“Penyelidikan harus dilakukan dengan transparan agar kekerasan di tubuh TNI tidak menghilangkan kepercayaan publik terhadap kehormatan instansi TNI,” tegasnya.

Selain menyoroti pentingnya penegakan hukum, Slamet Ariyadi juga mendesak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengambil langkah tegas dalam memberantas budaya kekerasan di internal TNI.

“Dari kejadian ini saya meminta Panglima TNI memberantas kejahatan di tubuh TNI serta melakukan pembinaan intensif dan mendalam agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambahnya.

Slamet berharap pelaku penganiayaan mendapat hukuman setimpal, sekaligus menjadi pelajaran penting agar praktik kekerasan di lingkungan militer tidak terus berulang.