fraksipan.com – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Ir. H. Herry Dermawan, menyerap langsung aspirasi para penyuluh perikanan lapangan (PPL) Kabupaten Ciamis dalam sebuah pertemuan di Cigembor, Kamis (5/6/2025). Pertemuan ini mengungkap tantangan besar yang dihadapi dalam pengembangan budidaya ikan air tawar, terutama akibat minimnya jumlah tenaga penyuluh di lapangan.
Kabupaten Ciamis, yang kini tidak lagi memiliki akses langsung ke laut setelah Pangandaran resmi menjadi daerah otonomi baru, mengandalkan sektor perikanan dari budidaya ikan air tawar yang tersebar di 258 desa dan 7 kelurahan di 27 kecamatan. Sayangnya, potensi besar tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan tenaga pendamping.
Saat ini hanya terdapat 17 orang PPL perikanan aktif di Ciamis, terdiri dari 12 pegawai negeri sipil (PNS), 4 orang tenaga P3K, dan satu penyuluh perikanan bantu (PPB). Padahal idealnya, satu orang penyuluh bertugas di satu kecamatan. Dengan kondisi saat ini, satu PPL harus melayani satu hingga dua kecamatan, sehingga efektivitas pendampingan menjadi terbatas.
Koordinator PPL Perikanan Kabupaten Ciamis, Bubun Supriyadi, menjelaskan bahwa dua penyuluh yang saat ini masih aktif akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat. Kondisi ini memperburuk ketimpangan antara jumlah tenaga penyuluh dengan luasnya cakupan wilayah kerja.
Selain kendala SDM, Bubun juga menyampaikan bahwa sebagian besar pola budidaya ikan air tawar di masyarakat masih tradisional dan dilakukan secara individu. Kolam-kolam kecil yang dimiliki warga umumnya hanya cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pendekatan kelompok agar proses alih teknologi dan pembinaan menjadi lebih efektif.
Bubun mencontohkan keberhasilan “Kampung Nila” di Kawali, yang sudah berjalan selama tiga tahun terakhir. Di wilayah ini, masyarakat secara kolektif membudidayakan ikan nila dari hulu hingga hilir. Usaha mereka mencakup pemijahan, pendederan, pembesaran, hingga pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk seperti es krim nila, bolu, brownies, bakso, abon, dan keripik tulang.
Kampung Nila disebut sebagai prototipe “One Village One Product” yang dibina langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Konsep serupa akan dikembangkan di lima wilayah lainnya di Ciamis dengan komoditas berbeda seperti ikan nilem dan gurame. Ciamis sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan gurame soang.
Merespons aspirasi para penyuluh perikanan tersebut, Herry Dermawan menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan penambahan jumlah PPL secara nasional, termasuk kuota untuk Kabupaten Ciamis. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penyediaan sarana penunjang yang memadai.
“Termasuk dukungan alat mobilitas yang layak bagi para penyuluh untuk menjangkau wilayah binaan mereka,” ujar Herry.
Ia menegaskan bahwa sektor perikanan, khususnya budidaya air tawar, harus terus didorong sebagai salah satu solusi penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan berbasis lokal. Aspirasi yang dihimpun dalam pertemuan ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan anggaran dan rekomendasi kepada kementerian terkait.