fraksipan.com — Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disuarakan dalam demonstrasi 17+8. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, saat menerima perwakilan mahasiswa kelompok Cipayung di ruang rapat Fraksi PAN, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (16/9/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri elemen mahasiswa perempuan dari berbagai organisasi, seperti Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), KOHATI HMI, KORPRI PMII, DPP Gemawati Mathlaul Anwar, Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam, GMKI, dan lainnya. Dari Fraksi PAN hadir anggota DPR Ahmad Najib Qodratullah, Verrel Bramasta, Ahmad Yohan, Okta Kumala Dewi, dan Aqib Ardiansyah.

Dalam forum, kelompok mahasiswa menekankan agar aspirasi demonstrasi 17+8 tidak berhenti hanya pada level orasi dan dialog, tetapi ditindaklanjuti dengan rekomendasi kebijakan yang jelas serta membuka ruang partisipasi publik.

Menanggapi hal itu, Putri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa tiga tuntutan utama yang ditujukan kepada DPR telah dipenuhi.
“Pertama, pembekuan kenaikan gaji atau tunjangan anggota DPR serta pembatalan fasilitas baru sudah dilakukan per 1 September 2025. Kedua, transparansi anggaran dan gaji anggota DPR kini sudah dipublikasikan dan bisa diakses publik. Ketiga, kami mendorong Badan Kehormatan DPR untuk memeriksa anggota yang menyelewengkan aspirasi rakyat. Bahkan di Fraksi PAN, kami sudah menonaktifkan dua kader untuk diproses lebih lanjut di Mahkamah Partai dan Mahkamah Kehormatan DPR,” tegas Putri.

Sementara itu, perwakilan dari Gemawati Mathlaul Anwar menyampaikan apresiasi terhadap langkah Fraksi PAN. “Kami mengapresiasi tindakan tegas Fraksi PAN terhadap kader yang menunjukkan kurang empati pada kondisi masyarakat. Kami juga mengecam keras tindakan anarkis dan penjarahan yang menodai gerakan Agustus lalu,” ujar perwakilan Gemawati.

Pertemuan ini menandai komitmen Fraksi PAN untuk terus menjaga amanat rakyat sekaligus membuka ruang dialog konstruktif bersama mahasiswa sebagai mitra strategis dalam proses demokrasi.