fraksipan.com – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Farah Puteri Nahlia, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah cepat dan strategis dalam menangani teror bom melalui pesan WhatsApp yang menyasar tiga sekolah internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara.
Menurut Farah, insiden ini menunjukkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan serius dalam keamanan digital lintas negara, terutama setelah terungkap bahwa pelaku menggunakan nomor telepon asing asal Nigeria (+234).
“Ancaman ini bukan hanya soal mengganggu ketertiban umum atau menciptakan rasa takut di sekolah, tetapi juga menjadi tantangan tersendiri bagi kemampuan kita dalam mengawasi ruang siber yang tak kenal batas negara,” ujar Farah Puteri Nahlia, Jumat (10/10/2025).
Farah menilai kasus ini menjadi alarm penting bagi pemerintah untuk segera memperkuat kerja sama internasional melalui pembaruan Mutual Legal Assistance (MLA), terutama dengan negara-negara yang kerap menjadi sumber ancaman siber.
“Kerja sama internasional adalah kunci. Tanpa payung hukum MLA yang kuat, aparat penegak hukum akan kesulitan meminta bukti dari negara lain, sementara proses yang lambat hanya memberi waktu bagi pelaku untuk menghapus jejak,” tegasnya.
Farah juga mendorong lembaga-lembaga mitra Komisi I seperti Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk terus meningkatkan kapasitas teknologi intelijen siber, forensik digital, serta analisis big data guna memperkuat deteksi dini dan pencegahan ancaman lintas batas.
Selain itu, ia meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperketat verifikasi identitas pengguna di setiap platform pesan instan dan layanan komunikasi digital.
“Harus ada pengetatan verifikasi. Ini krusial agar anonimitas tidak disalahgunakan untuk melancarkan ancaman dan teror,” kata Farah.
Legislator muda PAN itu juga menegaskan pentingnya penegakan hukum tanpa kompromi untuk memberi efek jera dan memulihkan rasa aman di masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
“Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menemukan serta menghukum pelaku seberat-beratnya. Penegakan hukum yang tegas penting untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Farah Puteri Nahlia soroti teror bom via WhatsApp dari nomor asing Nigeria. Desak pemerintah perkuat keamanan digital dan kerja sama internasional agar ancaman lintas negara tak berulang.