fraksipan.com - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Edison Sitorus, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menyalurkan 50 ton pupuk kepada para petani di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka masa reses DPR RI, dengan pembagian pupuk dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Anyar (10 ton), Keramatwatu (20 ton), dan Pontang (20 ton).
Pembagian pupuk dilakukan secara langsung oleh Edison Sitorus di Desa Tonjong, Kecamatan Keramatwatu, Rabu (23/10/2025), sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Wujud Dukungan terhadap Program Strategis Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Edison menjelaskan bahwa pembagian pupuk ini merupakan bagian dari komitmen DPR RI untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
“Ini adalah bentuk dukungan konkret terhadap visi Presiden Prabowo Subianto dan Menko Pangan Bapak Zulkifli Hasan dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional,” ujar Edison.
Legislator Dapil Banten II itu menilai bahwa sektor pertanian merupakan pilar penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, mengingat lebih dari 40 juta penduduk bekerja di sektor ini.
“Program ketahanan pangan ini strategis karena sebagian besar rakyat Indonesia hidup dari pertanian. Kita ingin petani semakin sejahtera dan produktif,” tambahnya.
Dorong Akses Pupuk yang Mudah dan Terjangkau
Edison juga mendorong agar akses petani terhadap pupuk ramah lingkungan dan bernilai tambah seperti produk PT KRT Green Indonesia semakin mudah dan merata.
“Kami ingin pupuk seperti ini tersedia di koperasi desa dengan harga terjangkau. Dengan begitu, petani bisa lebih mudah meningkatkan hasil pertaniannya,” tegasnya.
Pupuk yang dibagikan ini merupakan hasil inovasi dari PT KRT Green Indonesia, yang menggunakan bahan dasar Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) — produk samping industri baja PT Krakatau Posco yang telah melalui uji riset dan mendapat SNI 9380:2025.
Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa pupuk ini dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian hingga 20 persen, serta membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan pH tanah.
Kolaborasi Industri dan Pertanian untuk Ketahanan Nasional
Mewakili PT KRT, Moch. Hisam menjelaskan bahwa riset terhadap pupuk ini telah dilakukan sejak tahun 2022 di berbagai daerah seperti Indramayu, Karawang, Pekanbaru, Serang, Lampung, hingga Papua, dengan hasil positif.
“Dari hasil riset dan uji coba, pupuk ini terbukti mampu meningkatkan produksi pertanian antara 10 hingga 20 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Keramatwatu, Neli Herlina, mengapresiasi penyaluran pupuk ini karena dianggap tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani di wilayahnya.
“Di Desa Tonjong ada enam kelompok tani yang menggarap padi, jagung, dan hortikultura. Pupuk ini sangat membantu meningkatkan produktivitas,” jelasnya.
Sebagai bagian dari ekosistem industri nasional, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk juga berperan dalam mendukung inisiatif ini melalui pemanfaatan hasil olahan industri baja untuk sektor pertanian.
Sinergi antara industri dan pertanian ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi hasil samping industri baja dalam mendukung kesejahteraan petani Indonesia.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar ketahanan pangan nasional benar-benar kokoh dan memberi manfaat bagi petani,” tutup Edison Sitorus.