fraksipan.com — Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan pentingnya keterwakilan perempuan dalam jajaran pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR. Putusan ini dianggap sebagai langkah afirmatif yang memperkuat posisi perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik di parlemen.

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menilai keputusan MK tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya kehadiran perempuan di ruang-ruang strategis politik.

“Saya melihat putusan MK itu sebagai penguatan bahwa perempuan memang harus hadir di ruang-ruang pengambilan keputusan di DPR, termasuk di pimpinan AKD,” ujar Putri, Senin (3/11/2025).

Menurut Putri, Fraksi PAN sejak lama berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang luas bagi kader perempuan menempati posisi strategis di parlemen. Upaya ini, katanya, menjadi bagian dari semangat PAN dalam mewujudkan kesetaraan dan keseimbangan gender di dunia politik.

“Alhamdulillah, di Fraksi PAN kami berupaya menjaga keseimbangan dan memberikan kepercayaan kepada kader perempuan untuk memimpin. Saat ini ada beberapa srikandi PAN yang dipercaya di posisi penting di DPR,” katanya.

Beberapa nama kader perempuan PAN yang kini menduduki posisi strategis di parlemen antara lain Desy Ratnasari sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), Farah Puteri Nahlia sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PAN di Komisi I, Dewi Coryati sebagai Kapoksi PAN di Komisi X, serta Putri Zulkifli Hasan sendiri yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XII DPR RI.

Putri menegaskan, Fraksi PAN akan mengikuti mekanisme internal DPR untuk menyesuaikan aturan agar selaras dengan putusan MK. Ia meyakini, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan AKD akan membawa perspektif baru dalam kerja-kerja legislatif.

“Kehadiran perempuan di pimpinan AKD akan memperkaya perspektif parlemen, membuat kerja DPR lebih peka terhadap isu-isu yang berkaitan langsung dengan masyarakat seperti perlindungan sosial, kesehatan, pendidikan, dan penguatan keluarga,” ucapnya.

Dengan langkah afirmatif ini, Fraksi PAN berharap ke depan semakin banyak perempuan yang tidak hanya hadir sebagai representasi simbolik, tetapi juga sebagai pengambil keputusan yang berpengaruh dalam pembangunan kebijakan nasional.