fraksipan.com - Anggota DPR RI Fraksi PAN dari Dapil Bengkulu, Hj. Dewi Coryati, M.Si, terus mendorong pelestarian budaya daerah, khususnya melalui kuliner tradisional. Dalam kegiatan bertajuk Semarak Budaya Kuliner Bengkulu yang digelar Sabtu (2/8), ia mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan menjaga kekayaan kuliner lokal, salah satunya Bagar Hiu — masakan khas yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Bagar Hiu adalah warisan kuliner yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Bengkulu. Cita rasanya kuat, khas, dan memiliki nilai historis yang tinggi,” ujar Dewi Coryati.

Makanan ini dikenal sebagai salah satu favorit Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, saat menjalani masa pengasingan di Bengkulu. Bagar Hiu sendiri diolah dari ikan hiu jantan menggunakan rempah-rempah tradisional yang memberikan cita rasa yang khas.

Namun demikian, Dewi Coryati mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kelestarian alam. Ia menekankan bahwa konsumsi hiu harus memperhatikan aturan konservasi, dengan hanya menggunakan hiu jantan agar populasi tidak terganggu.

“Melestarikan budaya tidak berarti mengabaikan keberlanjutan. Kita bisa tetap menikmati kuliner ini sambil menjaga keseimbangan ekosistem laut,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Hj. Dewi Coryati sebagai inisiator utama dari legislatif. Acara ini juga diisi dengan pemaparan nilai-nilai budaya dalam kuliner, serta demo masak sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda.

Fraksi PAN mendukung penuh langkah-langkah pelestarian budaya yang dilakukan para kadernya di daerah. Dewi Coryati menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan penuh makna.