fraksipan.com - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Athari Gauthi Ardi, menekankan pentingnya strategi khusus untuk mendorong kemandirian finansial desa wisata agar tidak terus bergantung pada kucuran APBN maupun APBD.

Athari menilai, banyak desa wisata justru mengalami stagnasi setelah masa pendampingan berakhir atau ketika euforia ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) mulai meredup.

“Saya melihat desa wisata itu rentan berhenti di tempat setelah program pendampingan selesai. Setelah ADWI lewat, banyak yang akhirnya jalan di tempat, tidak ada lompatan berarti,” ujar Athari dalam keterangan persnya, Selasa (18/3/2025).

Legislator PAN tersebut menyoroti persoalan klasik yang masih menghantui pengelola desa wisata, khususnya terkait akses pembiayaan. Menurutnya, banyak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kesulitan mendapatkan permodalan karena dianggap tidak bankable oleh lembaga keuangan.

“Kebanyakan Pokdarwis sulit mengakses KUR. Alasannya hampir sama: tidak punya agunan, laporan keuangan belum rapi, dan legalitas kelembagaan belum kuat,” jelasnya.

Tak hanya soal pembiayaan, Athari juga menyinggung kesenjangan kemampuan sumber daya manusia. Ia menilai, kebutuhan industri pariwisata saat ini bergerak sangat cepat ke arah digital, sementara banyak pelaku UMKM dan pengelola desa wisata belum siap mengikuti perubahan tersebut.

“Masih banyak UMKM dan pengelola wisata yang keterbatasan perangkat, biaya, bahkan pengetahuan untuk memanfaatkan teknologi digital dan AI,” ungkapnya.

Karena itu, Athari mendorong adanya kolaborasi antara pelaku UMKM desa wisata dengan influencer lokal untuk memperkuat promosi berbasis digital. Selain itu, ia menilai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) perlu mulai dikenalkan secara praktis, mulai dari analisis perilaku wisatawan, personalisasi layanan, hingga efisiensi manajemen operasional.

“Kalau desa wisata mau naik kelas, tidak cukup hanya mengandalkan event. Harus ada strategi bisnis, pemasaran digital yang kuat, dan adaptasi teknologi agar benar-benar mandiri,” pungkas Athari.