fraksipan.com – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ashabul Kahfi, menegaskan bahwa desakan sejumlah pihak untuk menghentikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) usai terjadinya kasus keracunan massal di beberapa daerah bukanlah langkah yang tepat.
Hal tersebut disampaikan Ashabul usai kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Kantor BBPVP Makassar, Kamis (25/9/2025).
Menurutnya, penghentian program justru akan menghambat tujuan utama Presiden Prabowo Subianto, yakni meningkatkan gizi anak bangsa melalui akses makanan bergizi yang merata.
“Bahwa perlu kita evaluasi, oke kita evaluasi. Kalau ada kelalaian, ada kesalahan, sistemnya yang kita perbaiki — bukan menghentikan programnya,” ujar Ashabul.
Mantan Ketua DPW PAN Sulsel itu menyampaikan lima langkah konkret perbaikan program MBG agar dapat berjalan lebih aman dan efektif:
- Memperketat standar kualitas dan pengawasan mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi yang wajib dikawal oleh Dinas Kesehatan dan BPOM.
- Memperbaiki rantai distribusi dan penyimpanan dengan sistem cold chain agar makanan tetap layak konsumsi selama perjalanan.
- Meningkatkan kapasitas penyedia makanan, terutama UMKM dan katering lokal agar mampu memenuhi standar higienitas dan gizi yang ditetapkan.
- Memberikan pelatihan tentang higienitas, standar gizi, dan keamanan pangan bagi penyedia makanan, guru, hingga siswa, serta edukasi bagi masyarakat untuk mengenali makanan yang tidak layak konsumsi.
- Menegakkan hukum secara tegas terhadap pihak penyedia atau pengelola yang lalai hingga menimbulkan korban keracunan.
“Jadi solusinya bukan menghentikan MBG. Justru dengan pembenahan bertahap ini, program bisa lebih kuat, lebih aman, dan benar-benar menjadi instrumen negara dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas,” tegas Ashabul Kahfi.
Ashabul Kahfi menolak wacana penghentian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan mendorong perbaikan sistemik agar program tetap berlanjut dengan standar keamanan dan gizi yang lebih ketat.