fraksipan.id – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Arisal Aziz, meninjau langsung lokasi bencana banjir ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian wakil rakyat terhadap masyarakat yang terdampak musibah.

Dalam peninjauan itu, Arisal mendatangi sejumlah pos evakuasi yang juga menjadi pusat distribusi logistik bagi warga. Bersama masyarakat setempat, ia menyusuri kawasan yang masih tergenang air dengan arus yang cukup deras akibat banjir.

Arisal menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir besar yang telah menelan puluhan korban jiwa. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Saya secara pribadi dan mewakili anggota DPR RI lainnya turut prihatin dan berduka atas musibah yang dialami warga Sumatera Barat, terutama bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya,” ujar Arisal.

Melalui pos-pos logistik, Arisal Aziz menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan pokok berupa satu ton beras, air mineral, telur, mi instan, obat-obatan, minyak goreng, susu, serta 1.000 nasi bungkus. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Desa Dadok Tunggul Hitam dan diterima bersama perwakilan masyarakat setempat.

Politisi PAN itu berharap kondisi darurat akibat banjir dapat segera berakhir dan masyarakat dapat kembali pulih. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama seluruh pihak.

“Semoga musibah ini segera berlalu dan masyarakat bisa berangsur pulih. Negara harus terus hadir dan semua pihak perlu bergotong royong agar Sumatera Barat kembali normal,” kata Arisal.

Salah satu perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasi atas kehadiran Arisal Aziz dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut akan didistribusikan secara merata kepada warga terdampak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Arisal dan tim. Kehadiran beliau memberi semangat bagi warga. Bantuan ini akan kami salurkan secara maksimal kepada masyarakat,” ujar koordinator pos logistik.

Berdasarkan data BPBD Sumatera Barat, banjir besar tersebut telah menyebabkan 61 korban jiwa. Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Agam dengan 47 orang meninggal dunia, disusul Kota Padang Panjang sebanyak 7 orang, Kota Padang 5 orang, Kabupaten Pasaman Barat 1 orang, dan Kabupaten Solok 1 orang.

Selain korban jiwa, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material yang signifikan. BPBD Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.