fraksipan.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Andi Yuliani Paris, mendorong dibukanya jalur afirmasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi putra-putri asal Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Beasiswa LPDP yang digelar oleh Mata Garuda (MG) Sulsel secara daring, Selasa (29/7/2025).

“Anak-anak Sulsel tidak mungkin terlalu bersaing dengan Jakarta. Mereka perlu afirmasi agar punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegas Andi Yuliani dalam paparannya.

Menurut politisi PAN asal Dapil Sulsel II ini, jalur afirmasi penting untuk mengatasi ketimpangan akses dan kualitas pendidikan antara daerah dan kota besar. Ia berharap seleksi LPDP dalam negeri dapat lebih ramah terhadap latar belakang calon penerima dari daerah, termasuk dengan tidak terlalu menekankan persyaratan seperti skor TOEFL tinggi.

Beasiswa Harus Inklusif dan Berkeadilan

Andi Yuliani menjelaskan bahwa LPDP bukan sekadar program beasiswa luar negeri. Dana Abadi Pendidikan (PNBA) yang disetujui DPR bersama Kementerian Keuangan tahun 2025 mencapai Rp10 triliun, dan tidak hanya untuk S2 dan S3, tapi juga riset, teknologi, pendidikan tinggi, serta beasiswa untuk dokter spesialis.

“LPDP memberi perhatian khusus untuk dokter spesialis. Kita ingin semua bidang berkembang, dan saya sangat dorong agar anak-anak Sulsel ambil bagian,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa beasiswa LPDP tahun ini menargetkan 40 ribu mahasiswa S2, 11 ribu S3, dan 3 ribu dokter spesialis. Bagi Andi, pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga kesiapan mental dan karakter kepemimpinan.

“Penerima LPDP adalah agen pembaruan. Etika, mentalitas, dan sikap jauh lebih penting dari sekadar IPK tinggi,” tegas mantan pimpinan Pansus Pendidikan DPR RI ini.

Siap Kolaborasi untuk Sosialisasi Langsung di Daerah

Andi Yuliani menyambut positif upaya MG Sulsel memperluas informasi LPDP hingga ke daerah-daerah. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk turun langsung menggelar sosialisasi di berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

“Kalau saya ke Sulsel, kita bisa kerja sama. Saya siap sediakan panggungnya. Kita bisa undang pembicara yang membagikan tips sukses seleksi LPDP,” ujarnya.

Ia juga mendorong alumni LPDP asal Sulsel untuk aktif memberi motivasi kepada pelajar SMA, khususnya di wilayah terpencil. Dirinya merencanakan kegiatan inspiratif di Wajo dan Bulukumba.

“Saya akan kumpulkan adik-adik SMA. Kita siapkan mental mereka dari sekarang agar tahu dan siap kalau mau lanjut S2 lewat LPDP,” jelasnya.

MG Sulsel Perkuat Kolaborasi untuk Pendidikan Daerah

Ketua MG Sulsel, Asri Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya sistematis mendampingi pendaftar beasiswa LPDP batch 2 yang ditutup 31 Juli 2025. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Andi Yuliani dan seluruh pemangku kebijakan.

“Asosiasi kami terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Sabtu kemarin, kami memantapkan kerja sama strategis dengan Dinas Pendidikan Sulsel melalui MG Sulsel in Action, program pengajaran hybrid selama 3–4 bulan di sekolah-sekolah Sulsel oleh alumni LPDP dari seluruh Indonesia,” jelas Asri.

Ia juga mengungkap inisiatif MG Sulsel lainnya, seperti kolaborasi dengan DJPB Sulsel dalam program sosial Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggulan Garuda.

Menutup kegiatan, Asri berpesan kepada seluruh peserta:

“Jangan takut bermimpi besar. Beasiswa LPDP bukanlah tujuan akhir, tapi awal dari tanggung jawab besar untuk mengabdi dan memberi dampak bagi bangsa.”