fraksipan.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Ajbar, menyoroti temuan beras oplosan yang beredar di sejumlah retail modern di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Ia mendesak Pemerintah Daerah, Bulog, dan Satgas Pangan untuk segera bertindak tegas menindak para pelaku pengoplosan yang merugikan masyarakat dan merusak ketahanan pangan nasional.
“Satgas Pangan harus tegas. Jangan beri ruang bagi mafia beras yang hanya mencari keuntungan tanpa peduli pada hak konsumen dan ketahanan pangan nasional,” tegas Ajbar.
Menurut Ajbar, modus beras oplosan yang ditemukan adalah dengan memoles beras medium agar tampak seperti beras premium, lalu menjualnya dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium. Praktik ini, kata Ajbar, jelas merugikan konsumen yang seharusnya mendapat kualitas premium tetapi justru mendapatkan beras medium.
Ia menegaskan bahwa aksi pengoplosan beras ini dapat masuk ranah pidana. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta untuk memberikan hukuman yang menimbulkan efek jera, sehingga dapat menjadi contoh bagi pelaku lainnya.
“Masalah pangan sangat berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Harus ada pengawasan mulai dari produksi, distribusi hingga sampai ke konsumen,” tambahnya.
Selain meminta penindakan tegas, Ajbar juga mengimbau pedagang untuk tidak menjual beras di atas HET, meskipun stok sedang menipis. Harga beras medium sesuai ketetapan pemerintah adalah Rp 12.500 per kilogram. Ia menilai kenaikan harga di Sulbar terjadi karena sebagian besar penggilingan lebih memilih memproduksi beras premium dibandingkan medium, sehingga stok beras medium menjadi langka.
Ajbar berharap, dengan penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan dari pemerintah, harga beras di Sulbar khususnya Polman dapat kembali stabil. Pemerintah telah menyalurkan 1,2 juta ton beras SPHP secara nasional dan 300 ribu ton beras bantuan pangan untuk menekan harga di pasaran.
Ia juga mendorong Pemda dan Perpadi Sulbar untuk bekerja sama dengan Bulog melakukan operasi pasar secara intensif.
“Kami berharap dalam beberapa pekan ke depan harga beras di Sulbar sudah stabil sehingga masyarakat bisa menjangkau harga yang wajar untuk kebutuhan pokok mereka,” pungkasnya.