fraksipan.com – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig, menunjukkan kepeduliannya terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) dengan membantu pemulangan jenazah Puji Mulyati, PMI asal Blitar yang meninggal dunia di Hong Kong.
Selain membantu proses pemulangan, Rizki juga menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah dan berjanji akan menanggung biaya khitan anak laki-laki Puji Mulyati, sebagai wujud melanjutkan niat baik almarhumah semasa hidup.
Jenazah tiba di kampung halamannya, Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Minggu (19/10) dini hari, disambut keluarga, warga, aparat desa, pengurus PAN Kabupaten Blitar, dan aktivis pembela buruh migran, Miss Yuni.
“Kami turut berduka cita. Mudah-mudahan seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT dan keluarga diberi kekuatan,” ujar Ahmad Rizki Sadig saat menyerahkan santunan kepada Sukarno, ayah almarhumah Puji Mulyati.
Sukarno menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan PAN.
“Matur nuwun sanget. Mugi-mugi dados amal ibadah kagem panjenengan sedaya,” ucapnya haru.
Miss Yuni, aktivis yang turut mengurus kepulangan jenazah, menjelaskan bahwa koordinasi lintas pihak — mulai dari donasi publik, dukungan kader PAN, hingga bantuan ambulans dari DPW PAN Jatim — memungkinkan jenazah Puji bisa dipulangkan dengan lancar.
“Kami sempat kesulitan mencari bantuan ambulans. Tapi setelah berkomunikasi dengan Mas Uya Kuya dan PAN Jatim, alhamdulillah semuanya bisa teratasi,” ujar Miss Yuni.
Jenazah Puji diterbangkan dari Hong Kong menggunakan Cathay Pacific, tiba di Bandara Juanda Sabtu (18/10) malam pukul 19.30 WIB, dan langsung dijemput oleh Uya Kuya, Anggota Fraksi PAN DPR RI Tom Liwafa, serta perwakilan BP3MI Jatim. Setelah administrasi selesai, jenazah dibawa ke Blitar menggunakan ambulans PAN Jatim dan dimakamkan dini hari.
Menurut informasi dari rekan-rekan Puji di Hong Kong, almarhumah meninggal dunia pada 14 September 2025 setelah dirawat selama tiga hari di RS Chai Wan akibat pecah pembuluh darah.
Puji meninggalkan tiga anak — dua perempuan dan satu laki-laki, Josias Calvin. Menurut Miss Yuni, almarhumah sempat berjanji akan mengkhitankan anaknya setelah pulang ke Indonesia.
“Sebagai wakil teman-teman di Hong Kong, kami berterima kasih atas bantuan semuanya. Rencananya anaknya akan disunat karena itu janji ibunya,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Ahmad Rizki Sadig memastikan pihaknya akan melaksanakan khitanan Josias setelah 40 hari meninggalnya Puji.
“Insyaallah setelah 40 harinya nanti akan disunatkan. Ada Mas Andika dari PAN Blitar yang akan bantu mengurus,” ujarnya.
Rizki menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran PAN dalam membela dan melindungi warga negara di mana pun berada, sekaligus wujud kepedulian kemanusiaan yang menjadi jati diri Partai Amanat Nasional.
Ahmad Rizki Sadig bantu pemulangan jenazah PMI asal Blitar dari Hong Kong dan janji khitankan putra almarhumah. Wujud nyata kepedulian PAN bagi rakyat, di dalam dan luar negeri.