fraksipan.com – Ancaman banjir tahunan yang melanda sekitar 5.000 hektare lahan sawah di wilayah Ciamis Selatan, khususnya di Kecamatan Lakbok dan Purwadadi, menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Ir. H. Herry Dermawan. Luapan air saat musim hujan tak hanya mengganggu produktivitas petani lokal, tetapi juga berpotensi menghambat program swasembada pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah.
Dalam kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy pada Rabu (11/6/2025), Herry Dermawan menekankan pentingnya langkah konkret dan menyeluruh untuk menangani persoalan banjir yang berulang setiap tahun. Menurutnya, genangan air yang terjadi berhari-hari akibat luapan Sungai Citanduy dan anak sungainya berdampak langsung pada hasil panen dan bahkan sering kali menyebabkan gagal tanam.
Herry menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu ketersediaan pupuk dan air irigasi. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur irigasi dan sistem pengendalian banjir harus menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan pertanian di wilayah Ciamis Selatan.
Kepala BBWS Citanduy, Dr. Ir. Elroy Koyari, ST, MT, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima 434 usulan titik perbaikan saluran irigasi tersier dari berbagai desa di Kabupaten Ciamis. Saat ini, sekitar 30 persen dari total usulan tersebut telah diverifikasi di lapangan dan akan masuk tahap penganggaran untuk dilaksanakan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
Namun, Elroy menekankan bahwa perbaikan saluran irigasi saja tidak cukup untuk wilayah Ciamis Selatan. Posisi lahan sawah yang lebih rendah dari permukaan Sungai Citanduy membuatnya sangat mudah tergenang, sehingga perlu ada peningkatan infrastruktur pengendalian banjir seperti pintu air dan saluran drainase yang lebih optimal.
Ia juga mengungkapkan perlunya dukungan tambahan anggaran untuk membangun infrastruktur baru seperti Bendungan Matenggeng di Tambaksari, Ciamis, yang akan menjadi pelengkap dari Bendungan Leuwikeris dalam upaya mereduksi risiko banjir. Bendungan Leuwikeris sendiri saat ini ditargetkan mampu mengurangi banjir hingga 11 persen di wilayah aliran Sungai Citanduy.
Herry Dermawan menyatakan komitmennya untuk mengawal proses pengusulan anggaran dari BBWS Citanduy ke pemerintah pusat agar penanganan banjir di Ciamis Selatan dapat segera direalisasikan. Ia juga menyambut baik pengalihan kewenangan pengelolaan saluran irigasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke BBWS Citanduy, yang dinilai akan mempercepat proses perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Dengan sinergi antara DPR RI, BBWS Citanduy, dan pemerintah pusat, diharapkan solusi jangka panjang terhadap banjir tahunan dapat terwujud, sehingga lahan pertanian di Ciamis Selatan tetap produktif dan target swasembada pangan nasional dapat tercapai.