fraksipan.id - Di sela rangkaian kunjungan ke berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN, Verrell Bramasta, membawa pulang dua hadiah yang tidak ternilai: selembar sketsa wajahnya yang digambar tangan oleh seorang siswa di kertas buku tulis dan sepucuk surat tulis tangan.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan dan fasilitas sekolah di tiga kabupaten dalam daerah pemilihannya layak digunakan, sekaligus memastikan bahwa beban biaya pendidikan tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dan orang tua murid. Di lapangan, Verrell menemukan sejumlah kondisi yang membutuhkan perhatian serius seperti bangunan sekolah yang tidak lagi layak pakai di beberapa satuan pendidikan. Temuan ini akan ia perjuangkan agar mendapat perhatian dan segera ditangani.
Di tengah agenda lapangan tersebut, dua hadiah itulah datang. Seorang siswa menyerahkan gambar sketsa wajah Verrell yang ia buat sendiri di kertas buku tulisnya.
Sementara lainnya, menuliskan surat pendek yang mengharukan, bercerita bahwa berkat bantuan yang diterimanya, ia dan ibunya akhirnya bisa membeli seragam baru, dan adiknya bisa dibelikan pensil warna. Di penghujung suratnya, siswa tersebut juga menitipkan doa untuk Verrell, dan harapan agar kelak ia bisa menjadi orang sukses yang membanggakan orang tuanya.
"Selembar kertas dengan gambar wajah saya, ditemani sepenggal surat yang ditulis apa adanya. Sederhana, tapi terasa begitu dekat dan bernilai, karena rasanya ada hati yang ikut diletakkan di sana," kata Verrell.
Bagi Verrell, dua hadiah itu bukan sekadar kenang-kenangan. Ia melihatnya sebagai pengingat bahwa di balik setiap agenda kunjungan, ada anak-anak yang menaruh harapan dengan cara paling jujur yang mereka bisa.
"Saya bersyukur karena terus diingatkan bahwa banyak harapan yang dititipkan dengan cara yang sangat jujur. Itu yang membuat saya ingin menjaganya dan memperjuangkannya dengan sepenuh hati," ujarnya.
Verrell menegaskan bahwa kondisi sekolah yang ia temukan di lapangan akan ia kawal dan perjuangkan bersama pemerintah agar segera mendapat penanganan. Baginya, turun dapil adalah cara paling jujur untuk memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat yang ia wakili.