fraksipan.id – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, menyampaikan duka mendalam atas tragedi kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/04/2026).
“Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan dan meninggalkan duka mendalam bagi kita semua. Saya turut berbelasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan,” ucap Syauqie di Jakarta, Selasa (28/04/2026).
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan dalam transportasi publik, khususnya perkeretaapian, tidak boleh dikompromikan. Menurutnya, jalur kereta yang semakin padat membutuhkan sistem pengawasan dan pengendalian yang lebih modern, presisi, serta responsif terhadap berbagai potensi gangguan.
“Keselamatan penumpang tidak boleh ditawar. Jalur kereta yang padat memerlukan sistem pengawasan dan pengendalian yang semakin modern, presisi dan responsif terhadap potensi gangguan,” ujarnya.
Syauqie juga mengingatkan bahwa kereta api, termasuk KRL, telah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, negara harus memastikan sistem keselamatan yang kuat demi memberikan perlindungan maksimal bagi para penumpang.
“KRL dan kereta api telah menjadi bagian penting aktivitas masyarakat sehari-hari. Maka negara harus hadir memastikan sistem keselamatannya benar-benar kuat dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi penumpang,” tambahnya.
Ia pun berharap insiden ini dapat menjadi momentum evaluasi menyeluruh dalam sistem perkeretaapian nasional agar kepercayaan publik tetap terjaga.
“Yang paling penting adalah bagaimana tragedi ini menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar masyarakat semakin yakin bahwa transportasi kereta tetap aman, nyaman dan dapat diandalkan,” pungkasnya.