fraksipan.id – Anggota DPR RI Fraksi PAN, Syaiful Nuri, mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap sistem transportasi jemaah haji menyusul kecelakaan bus yang melibatkan rombongan jemaah asal Probolinggo (kloter SUB 2) dan JKS 1 di Madinah, Selasa (28/4/2026).

Insiden yang terjadi di kawasan Jabal Magnet itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sebanyak 10 jemaah dilaporkan mengalami luka-luka, dengan satu jemaah asal Probolinggo masih menjalani perawatan intensif.

Syaiful mengawali pernyataannya dengan menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut, sekaligus mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani para korban.

"Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa jemaah haji kita. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saya mengapresiasi respons cepat pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah yang sigap memberikan penanganan medis dan pendampingan," ujar Syaiful.

Meski demikian, ia menilai langkah penanganan pascakejadian saja tidak cukup. Menurutnya, aspek pencegahan harus diperkuat, terutama karena kecelakaan terjadi saat jemaah menjalani agenda ziarah di luar rangkaian ibadah wajib.

Syaiful pun menekankan sejumlah hal yang perlu segera dievaluasi, mulai dari kelayakan armada transportasi hingga pengawasan terhadap penyelenggara bimbingan ibadah haji.

Ia meminta pemerintah memastikan seluruh bus yang digunakan memenuhi standar keamanan internasional, serta mendorong Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIHU) untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol keselamatan. Selain itu, ia juga mendesak dilakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

"Keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama, tidak hanya dalam kegiatan ibadah resmi, tetapi juga dalam agenda tambahan. Pengawasan harus diperketat," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Syaiful mengimbau keluarga jemaah, khususnya di Probolinggo, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia memastikan DPR RI akan terus memantau perkembangan kondisi para jemaah hingga kembali ke Indonesia.

"Pemerintah hadir dan memastikan perlindungan terbaik. Kita doakan agar seluruh jemaah segera pulih dan dapat melanjutkan sisa rangkaian ibadah dengan lancar," pungkasnya.