fraksipan.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Herry Dermawan, menyoroti melemahnya inovasi riset pertanian sejak seluruh kegiatan Litbang dilebur ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam rapat kerja dengan Menteri Pertanian mengenai monitoring anggaran 2025 dan rencana program 2026, Herry menilai sentralisasi penelitian justru membuat riset pertanian kehilangan kelincahan dan daya dorong.

Herry menyebut bahwa riset pertanian membutuhkan ruang yang lebih fleksibel agar cepat menyesuaikan diri dengan kebutuhan petani dan perkembangan teknologi. Ia menegaskan bahwa banyak potensi inovasi tersendat karena jalur birokrasi yang terlalu tertutup.

“Kami akan sangat mendukung apabila Pak Mentan punya keberanian dan keinginan melapor kepada Presiden agar khusus yang pertanian minimal keluar dari BRIN sehingga Litbang-litbang kita bisa lebih berinovasi lagi,” ujarnya.

Menurut Herry, kondisi ini berdampak pada ketertinggalan pengembangan benih unggul, teknologi produksi, dan berbagai inovasi yang seharusnya menjadi fondasi ketahanan pangan Indonesia ke depan. Ia menambahkan bahwa sektor pertanian tidak bisa menunggu terlalu lama untuk perubahan signifikan, terutama ketika tantangan pangan semakin kompleks.

Herry kembali menegaskan bahwa riset pertanian harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan, bukan terjebak pada sistem administratif yang kaku.

“Selama ini dengan adanya BRIN karena terlalu kedap, mungkin termarjinalkan,” tegasnya.

Ia menyatakan Komisi IV siap mendukung langkah Kementerian Pertanian jika mengupayakan pemisahan atau pemberian kewenangan khusus bagi riset pertanian agar inovasi Indonesia kembali bergerak cepat dan memberikan manfaat langsung bagi petani serta daya saing pangan nasional.