fraksipan.id - Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Ahmad Najib Qodratullah mengecam keras serangan terhadap prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tersebut menyebabkan tiga prajurit TNI gugur.

Najib menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para prajurit yang tengah menjalankan tugas perdamaian dunia. Menurutnya, kehilangan tersebut menjadi duka bagi seluruh bangsa Indonesia.

“Turut berduka cita atas gugurnya patriot bangsa yang bertugas sebagai pasukan perdamaian,” ujar Najib, Jumat (3/4/2026).

Ia juga mengutuk keras serangan yang diduga dilakukan oleh militer Israel. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, mengingat pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik bersenjata.

“Saya mengutuk keras pasukan Israel yang telah melakukan penyerangan terhadap pasukan perdamaian PBB,” tegasnya.

Sebelumnya, Mabes TNI melaporkan sejumlah prajurit yang terdampak dalam insiden tersebut. Pada tahap awal, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, sementara beberapa prajurit lain mengalami luka, baik ringan maupun berat.

Seiring perkembangan situasi, Kementerian Pertahanan memastikan jumlah prajurit TNI yang gugur bertambah menjadi tiga orang, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi, dan Sertu Ikhwan.

Selain itu, beberapa prajurit lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut, Lebanon. Sebagian di antaranya dirawat di rumah sakit UNIFIL, sementara prajurit dengan luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke rumah sakit rujukan.

Pihak TNI menyatakan bahwa insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas konflik di wilayah tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh UNIFIL.

Fraksi PAN DPR RI menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit TNI yang menjalankan misi perdamaian, serta mendorong agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.