fraksipan.id – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Kalimantan Selatan I, Pangeran Khairul Saleh, memberikan pencerahan kepada masyarakat Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan masyarakat Banjar dalam kegiatan Sosialisasi Daerah Pemilihan (Sosdap) MPR RI.

Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Ramin, Kota Banjarmasin, Selasa (3/2/2026). Dalam kesempatan itu, Pangeran Khairul Saleh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang hadir atas dukungan yang diberikan saat dirinya maju sebagai calon legislatif.

Ia juga menyampaikan amanat sebagai anggota MPR RI untuk terus mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebagai anak bangsa kita wajib berprasangka baik. Itu sila kedua, adil sejak pikiran dan beradab dalam bertindak. Kami menghimbau untuk menjaga situasi tetap sejuk, jangan mudah terprovokasi,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Namun, setiap perbedaan harus dikelola dengan bijak dan diarahkan untuk memperkuat persatuan.

“Perbedaan pendapat itu fitrah manusia. Tapi setiap pikiran dan tindak tanduk kita harus bermuara pada persatuan. Kalau ada perbedaan, dimusyawarahkan,” tegasnya.

Pangeran Khairul Saleh juga menekankan bahwa kegiatan sosialisasi di daerah pemilihan merupakan bagian dari tanggung jawab anggota MPR RI agar lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan diperjuangkan dalam bentuk program-program yang dibutuhkan di dapil.

Ia menjelaskan bahwa Sosialisasi Daerah Pemilihan penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait peran dan fungsi anggota MPR RI. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam proses politik dan pengambilan keputusan.

“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran dan fungsi anggota MPR RI, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses politik,” ungkapnya.

Menurutnya, dampak dari kegiatan sosialisasi sangat positif terhadap kualitas demokrasi. Hubungan antara masyarakat dan anggota MPR RI menjadi lebih dekat dan harmonis, sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang isu-isu politik dan pemerintahan.

“Kualitas demokrasi di Indonesia akan menjadi lebih baik dan lebih partisipatif ketika masyarakat memahami peran wakilnya dan ikut terlibat secara aktif,” tutupnya.