fraksipan.id - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Najib Qodratullah, mendorong pemerintah untuk terus berinovasi dalam sektor energi, termasuk mempercepat transisi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan.
Ia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional, terutama di tengah tekanan krisis global.
“Saya mendukung langkah pemerintah dalam menghadirkan inovasi energi alternatif. Program B50 sebagai produk biodiesel dalam negeri perlu diperkuat agar kita semakin mandiri dalam penyediaan bahan bakar. Di sisi lain, transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan juga harus terus dipacu,” ujar Najib, Selasa (21/4/2026).
Terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi, Najib menilai kebijakan tersebut telah melalui berbagai pertimbangan matang. Ia memahami adanya kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lanjutan, khususnya terhadap daya beli.
“Kenaikan BBM memang selalu menimbulkan efek berantai, namun keputusan tersebut tentu sudah melalui proses yang panjang,” jelasnya.
Najib juga menyoroti upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi di tengah situasi global yang tidak menentu. Ia mengungkapkan bahwa gangguan rantai pasok dunia turut memicu kelangkaan energi di berbagai negara.
“Di tengah kondisi global seperti sekarang, menjaga harga BBM subsidi tetap stabil bukan hal mudah. Kenaikan BBM nonsubsidi menjadi pilihan terakhir yang cukup berat demi menjaga keseimbangan,” katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas jangka panjang, sekaligus melindungi harga BBM subsidi agar tidak ikut terdampak di tengah gejolak global.
“Kita berharap krisis ini tidak berlangsung lama. Namun saya melihat langkah pemerintah sudah cukup baik, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa negara lain yang terdampaknya lebih berat,” tutup Sekretaris Fraksi PAN DPR RI tersebut.