fraksipan.id - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Hatta, menegaskan bahwa desa wisata memiliki potensi besar sebagai sumber devisa negara. Menurutnya, pengembangan desa wisata mampu memberikan dampak ekonomi signifikan tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Potensi desa wisata itu kekuatan devisa. Negara ini harus paham, sebuah desa yang sudah maju dalam hal wisata bisa menghasilkan devisa yang luar biasa. Seperti di dapil saya, di Ponggo, Klaten, satu desa bisa menghasilkan Rp12 miliar. Bayangkan kalau desa-desa lain juga seperti itu, luar biasa,” ujar Hatta.

Pernyataannya disampaikan saat mengikuti kunjungan kerja Tim Panja Standarisasi Desa Wisata Komisi VII DPR RI di Desa Wisata Wanurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025).

Hatta menjelaskan bahwa apabila potensi desa wisata di seluruh Indonesia dikembangkan secara optimal, dampaknya terhadap perekonomian nasional akan sangat besar. Ia menilai negara harus hadir melalui dukungan pendanaan serta kebijakan afirmatif untuk desa-desa wisata yang memiliki potensi namun lemah secara finansial.

Kalau itu bisa dilakukan di 80 ribu desa di Indonesia, devisanya luar biasa. Negara harus hadir membantu desa-desa yang potensinya bagus tapi secara finansial masih lemah,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Hatta mengusulkan alokasi anggaran khusus melalui APBN, misalnya Rp1 miliar per desa untuk desa-desa berpotensi wisata tinggi. Ia menilai dukungan tersebut akan meningkatkan kreativitas masyarakat desa sekaligus memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya.

Namun demikian, Hatta menyoroti kendala utama yang sering dihadapi desa wisata, yaitu keterbatasan anggaran. “Problemnya cuma penganggaran. Di desa rata-rata hanya punya Rp1 miliar dari APBDes, sedangkan kebutuhan infrastrukturnya besar. Kalau negara bisa bantu khusus sektor wisatanya, itu luar biasa, bisa bikin desa ter-upgrade dan mandiri,” tegasnya.

Selain pendanaan, Hatta menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam membangun ekosistem desa wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan desa wisata akan otomatis menggerakkan UMKM, menciptakan dampak sosial-ekonomi yang luas, hingga membuka peluang bagi hasil bagi masyarakat.

Kalau desa wisata maju, industri UMKM-nya pasti ikut maju. Dampak sosial dan ekonomi pasti terasa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hatta juga memuji keindahan panorama Desa Wanurejo yang menawarkan pemandangan megah Candi Borobudur dari ketinggian. “Saya kira balkon di sini menarik banget. Dari sini bisa melihat Borobudur dengan sangat indah. Ini aset luar biasa untuk Jawa Tengah,” tuturnya.

Kunjungan kerja Tim Panja Standarisasi Desa Wisata Komisi VII DPR RI ini menjadi bagian dari upaya mendorong penataan dan penguatan desa wisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Komisi VII berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan potensi wisata desa demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.