fraksipan.id — Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan capaian bonus demografi yang saat ini dinikmati Indonesia. Pemerintah didesak untuk mulai menyusun strategi komprehensif guna mengantisipasi perubahan struktur penduduk menuju masyarakat menua (aging population) yang diproyeksikan melonjak tajam pada periode 2030–2040.
Anggota Fraksi PAN DPR RI, Ashabul Kahfi, menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memang berada pada posisi menguntungkan dengan sekitar 66 persen penduduk masuk dalam kategori usia produktif. Namun, fenomena ini bersifat sementara dan akan disusul oleh peningkatan drastis proporsi penduduk lanjut usia (lansia).
"Sebagai bangsa tentu kita patut bersyukur karena tidak semua negara mengalami hal yang sama. Indonesia salah satunya negara yang sedang berada pada bonus demografi. Tetapi di samping bonus ini, kita juga harus bersiap bahwa pada akhirnya kita akan memasuki yang namanya masa penuaan. 2030, 2040 itu akan terjadi ledakan," tegas Ashabul Kahfi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Gedung Nusantara, Senayan (15/09).
Berdasarkan data proyeksi kependudukan, proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas diperkirakan naik secara signifikan dari 9,62 persen pada tahun 2030 menjadi 12,78 persen pada tahun 2040. Menurut Fraksi PAN, jika tren ini tidak diantisipasi sejak dini melalui kebijakan linier, lonjakan jumlah lansia berpotensi menimbulkan tekanan berat bagi sistem kesehatan nasional, jaminan perlindungan sosial, hingga beban anggaran negara.
"Jangan sampai kita terlena dengan bonus demografi, tapi kita terlambat mengantisipasi masa penuaan ini yang pada akhirnya akan menjadi beban negara. Ini yang perlu menjadi perhatian kita," ujar Kahfi menambahkan.
Oleh karena itu, Fraksi PAN mendorong BKKBN dan kementerian/lembaga terkait untuk tidak hanya fokus pada optimalisasi usia produktif saat ini, melainkan juga merancang skema perlindungan lansia terpadu, peningkatan fasilitas kesehatan khusus geriatri, serta penguatan kemandirian ekonomi keluarga.Pembangunan kependudukan Indonesia, menurut Fraksi PAN, harus berpandangan jauh ke depan.
Visi kependudukan nasional tidak boleh berhenti pada mencetak generasi produktif hari ini, melainkan harus menjamin kepastian kesejahteraan dan kesiapan bangsa ketika memasuki fase masyarakat menua di masa mendatang.[ms]