fraksipan.id - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Oloan Pasaribu, menggelar silaturahmi dan diskusi bersama relawan serta ratusan Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Batakan Village itu menjadi ajang penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus sosialisasi berbagai program pemerintah pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Edi menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya saat momentum pemilu.

“Anggota DPR RI tidak hanya hadir saat menjelang pemilu. Sejak dilantik, saya rutin turun blusukan ke lapangan, dari kampung ke kampung di sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur,” ujar Edi.

Menurutnya, kunjungan ke Balikpapan Timur juga bertujuan memastikan kesiapan daerah dalam menerima dan menjalankan berbagai program pemerintah pusat, khususnya yang berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia dan pembangunan masyarakat.

Sejumlah program yang disosialisasikan dalam kegiatan tersebut meliputi Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan fasilitas umum, hingga Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Silaturahmi ini penting agar program seperti PIP, KIP, bantuan rumah, hingga PTSL bisa tepat sasaran. Aspirasi yang masuk juga sangat banyak dan produktif,” jelasnya.

Edi juga menyoroti keterbatasan fiskal pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan. Karena itu, menurutnya, kehadiran DPR RI dibutuhkan untuk memperjuangkan berbagai program melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Fiskal daerah saat ini terbatas. Kami di pusat hadir untuk memperkuat program yang belum terakomodasi agar pembangunan tetap berjalan,” tambahnya.

Terkait berbagai usulan yang disampaikan masyarakat dan para Ketua RT, Edi memastikan seluruh aspirasi akan dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan serta kementerian terkait.

“Tahun ini kita tampung semua usulan. Selanjutnya akan kita dorong melalui musrenbang dan kementerian terkait untuk anggaran tahun berikutnya,” katanya.

Ia juga memastikan sejumlah program bantuan pendidikan dan sosial segera direalisasikan dalam waktu dekat, termasuk penyaluran PIP, KIP, program bedah rumah, serta percepatan sertifikasi tanah melalui PTSL.

Sementara itu, Ketua Relawan Edi Oloan Balikpapan Timur, Syamsu Alam atau yang akrab disapa Bos Ancu, menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Ini silaturahmi antara Bapak Edi Oloan sebagai anggota DPR Komisi II dengan konstituennya, khususnya para relawan. Ini bentuk positif yang dilakukan oleh anggota DPR,” ujarnya.

Menurut Syamsu, kegiatan serupa penting dilakukan secara rutin agar komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat tetap terjaga.

“Demokrasi memang lima tahun sekali, tapi kami tidak ingin pertemuan seperti ini hanya terjadi lima tahun sekali. Karena itu kami mengajak Bang Edi untuk terus bertemu masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut sekitar 80 persen Ketua RT di Balikpapan Timur hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para Ketua RT dinilai menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap forum dialog bersama wakil rakyat.

Selain persoalan bantuan pendidikan dan sosial, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pertanahan. Syamsu mengatakan Edi siap memfasilitasi komunikasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Pertanahan Kota Balikpapan.

“Beliau siap memfasilitasi dengan menghadirkan Kepala Badan Pertanahan Kota Balikpapan. Namun tetap tidak menabrak aturan. Jika ada kesalahan akan dievaluasi, tapi kalau sudah sesuai aturan tentu tidak bisa dipaksakan,” tegasnya.

Syamsu turut mengapresiasi kontribusi Edi di bidang pendidikan dan bantuan sosial di Balikpapan Timur. Ia menyebut terdapat ratusan penerima bantuan Program Indonesia Pintar serta sejumlah program bedah rumah yang telah direalisasikan.

“Di Manggar Baru saja ada sekitar 300 bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), serta sekitar 10 unit bedah rumah. Padahal kami sebelumnya belum pernah berkontribusi secara politik,” ungkapnya.

Ia berharap kontribusi tersebut dapat semakin dirasakan masyarakat dan memperkuat pembangunan di Balikpapan Timur ke depan.