fraksipan.id – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewi Coryati menegaskan bahwa hasil riset dan inovasi yang dihasilkan Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN RI) sejatinya mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat hingga ke daerah. Menurutnya, anggapan bahwa riset BRIN tidak menjangkau masyarakat di daerah merupakan persepsi yang keliru.
Hal tersebut disampaikan Dewi Coryati dalam rapat Komisi X DPR RI bersama Kepala BRIN RI Arif Satria di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dewi menjelaskan, melalui Program Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi Pada Masyarakat (PKRIM), masyarakat secara langsung telah merasakan manfaat dari berbagai inovasi yang dihasilkan BRIN.
“Selama ini ada anggapan bahwa BRIN tidak berdampak ke masyarakat di daerah, tapi itu salah sekali. Dengan adanya PKRIM, masyarakat benar-benar merasakan manfaat inovasi yang dihasilkan BRIN,” ujar Dewi.
Ia mencontohkan, inovasi BRIN yang diterapkan di masyarakat sangat beragam, mulai dari solusi untuk mengatasi kecacingan hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam menulis jurnal ilmiah dengan baik dan benar.
“Ini inovasi yang luar biasa, spesifik, dan dihasilkan oleh orang-orang yang cerdas. Manfaatnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Politisi PAN tersebut menilai program-program BRIN seperti PKRIM perlu terus diperluas dan ditingkatkan agar dampaknya semakin luas. Ia berharap keberadaan BRIN dapat benar-benar dirasakan hingga ke kampung-kampung, termasuk di daerah pemilihannya, Bengkulu.
“Kalau program BRIN ini terus diperluas, masyarakat akan benar-benar merasakan manfaatnya. Nama BRIN itu harus bisa dirasakan sampai ke kampung-kampung, terutama di Bengkulu,” tegasnya.
Selain itu, Dewi juga menyoroti pemaparan Kepala BRIN Arif Satria terkait rekam jejak riset nasional sejak tahun 1970 hingga saat ini. Menurutnya, data tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan daerah.
“Saya tertarik dengan pemetaan riset BRIN. Akan sangat baik jika hasil riset tersebut bisa disampaikan ke daerah-daerah, sehingga daerah mengetahui potensi unggulannya masing-masing,” ujarnya.
Dewi menilai pemanfaatan hasil riset tersebut dapat mendorong daerah untuk mengembangkan produk unggulan yang memiliki daya saing dibandingkan wilayah lain.
Di akhir pernyataannya, Dewi Coryati mengapresiasi gagasan pembentukan Rumah Inovasi Indonesia yang dinilainya sebagai terobosan penting dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.
“Rumah Inovasi Indonesia ini terobosan luar biasa. Saya berharap tidak berhenti di tingkat nasional, tetapi bisa segera diteruskan ke daerah-daerah melalui rumah inovasi daerah,” pungkasnya.