fraksipan.id — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ashabul Kahfi, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang sangat baik karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menurutnya, program tersebut harus terus dilanjutkan dengan berbagai penyempurnaan dalam pelaksanaannya.
"Program ini sangat mulia karena menyasar kebutuhan mendasar bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Karena itu, saya berpandangan program ini tetap harus dilanjutkan," ujar Ashabul Kahfi. Meski demikian, Ashabul menilai evaluasi terhadap tata kelola program perlu dilakukan secara berkala agar manfaat yang diterima masyarakat semakin optimal. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pelaksanaan hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
Ia juga menyoroti masih ditemukannya makanan yang tidak dikonsumsi oleh sebagian siswa sehingga berpotensi terbuang. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan efektivitas program. "Bisa jadi hal itu terjadi karena kualitas atau variasi menu belum sesuai dengan selera maupun kebiasaan konsumsi para siswa. Ini menjadi bahan evaluasi agar kualitas menu terus ditingkatkan, sehingga makanan yang disediakan benar-benar dikonsumsi dan memberikan manfaat gizi yang maksimal," jelasnya.
Ashabul menekankan bahwa setiap masukan terhadap pelaksanaan Program MBG hendaknya dipandang sebagai bagian dari upaya penyempurnaan, bukan sebagai alasan untuk menghentikan program yang memiliki tujuan mulia tersebut. "Dengan berbagai kritik yang disampaikan kepada Badan Gizi Nasional maupun pelaksanaan Program MBG, saya justru memandang bahwa program ini harus tetap dilanjutkan dengan berbagai evaluasi dan perbaikan. Tujuannya agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat dan pelaksanaannya semakin efektif," tegasnya.
Menurut Ashabul, komitmen untuk terus melakukan evaluasi merupakan langkah penting agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara berkelanjutan, tepat sasaran, dan mampu mendukung peningkatan kualitas gizi generasi Indonesia.