fraksipan.com - Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Arisal Azis, bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila di Panti Aisyiyah, Kota Bukittinggi, pada Selasa (22/7/2025).

Acara tersebut turut menghadirkan narasumber dari Bawaslu Provinsi Sumatera Barat serta Direktur Advokasi BPIP, Fuad Himawan, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai urgensi penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Arisal Azis menekankan bahwa Ranah Minang memiliki keterikatan historis dan kultural yang erat dengan nilai-nilai Pancasila, termasuk peran para tokoh Minangkabau dalam perumusan dasar negara Indonesia.

"Selain melahirkan tokoh bangsa yang turut merumuskan Pancasila, diorama sosial dan budaya di Ranah Minang juga telah menunjukkan eksistensi kehidupan yang tak lekang dari penerapan nilai-nilai Pancasila," ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sumatra Barat II—yang meliputi Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, dan Kota Pariaman—Arisal berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila, khususnya di Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Ia juga mengajak para peserta yang hadir untuk menjadi bagian dari Relawan Kebajikan Pancasila, yaitu kelompok masyarakat yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui penguatan relawan ini, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Arisal.

Sementara itu, Direktur Advokasi BPIP, Fuad Himawan, dalam presentasinya menekankan posisi strategis Pancasila sebagai fondasi kehidupan kebangsaan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup, pemersatu bangsa, dan paradigma dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

"Sebagai ideologi negara, Pancasila harus menjadi pijakan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menghadapi tantangan zaman seperti intoleransi, radikalisme, dan disintegrasi sosial," tegas Fuad.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya BPIP dan DPR RI dalam memperkuat pendidikan karakter kebangsaan melalui pendekatan kultural dan partisipatif di berbagai daerah di Indonesia.