fraksipan.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Hakim Bafagih, melontarkan kritik tajam sekaligus tantangan kepada jajaran direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Senayan, Rabu (1/4/2026). Ia meminta perusahaan pelat merah tersebut menunjukkan kinerja melalui strategi internal yang kreatif, bukan sekadar mengandalkan proyek pemerintah.
Dalam penyampaiannya, Hakim menyoroti tren penurunan utilisasi pabrik SIG sejak 2021 hingga 2024. Pada 2025, utilisasi tercatat sebesar 52%, dan diproyeksikan naik menjadi 55% pada 2026. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut lebih dipengaruhi oleh potensi penyerapan dari program pembangunan 9 juta rumah pemerintah.
"9 juta rumah ini kan program pemerintah. Bayangan saya, ini enggak usah ada aktivasi apa pun, cukup dengan dukungan politik, barang ini bisa didapatkan," ujarnya.
Hakim menegaskan, peningkatan utilisasi seharusnya mencerminkan kinerja riil manajemen, bukan semata-mata dampak dari intervensi program pemerintah.
Ia pun menantang SIG untuk memaparkan kontribusi peningkatan utilisasi yang benar-benar berasal dari kreativitas internal, khususnya dari sektor ritel yang dinilai memiliki potensi lebih besar dibandingkan proyek pemerintah. Hakim bahkan mendorong agar SIG mampu mencapai tingkat utilisasi hingga 59–60% melalui strategi pasar yang mandiri.
"Saya ingin tanyakan, tambahan utilisasi dari hasil kreativitas teman-teman SIG berapa banyak, lepas daripada proyek-proyek yang disediakan pemerintah? Jadi biar kelihatan (kinerjanya)," tegasnya.
Selain itu, Hakim juga menyoroti aspek transparansi anggaran, khususnya pada pos branding yang masuk dalam biaya non-energi. Ia mengingatkan potensi terjadinya kecurangan karena biaya berbasis kreativitas kerap sulit diukur secara kuantitatif.
Di sisi lain, ia mengapresiasi capaian efisiensi SIG sebesar Rp215 miliar pada 2025. Namun, Hakim tetap mendorong perusahaan untuk lebih agresif dalam melakukan penghematan dengan menargetkan efisiensi hingga Rp1 triliun pada 2026.